Pangdam XIII: Poso Harus Tertib Sipil!

PANGDAM XIII Merdeka Mayjen TNI Ganip Warsito saat memberikan keterangan persnya di hadapan sejumlah wartawan saat kunjungan kerja ke Kabupaten Tolitoli, belum lama ini. FOTO: MOH SABRAN

Sulteng Terkini.Com, TOLITOLI– Meskipun Operasi Tinombala di Kabupaten Poso telah diperpanjang oleh Kepala Penanggung Jawab Satuan Tugas Operasi Tinombala untuk mengejar sembilan sisa Daftar Pencarian Orang (DPO) jaringan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang masih bersembunyi di hutan-hutan Poso, namun Pangdam XIII Merdeka Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Ganip Warsito meminta untuk melakukan upaya penyadaran kembali kepada saudaranya yang saat ini menanti cemas akan keberadaan mereka.
Pangdam mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pencarian dengan upaya penyadaran kembali kepada masyarakat, dimana pihak TNI terus melakukan back up terhadap tugas Polri yang tergabung dalam satuan tugas Operasi Tinombala.
‘’Saya tegaskan operasi kelanjutan ini dilakukan dengan pendekatan secara penyadaran agar mereka bisa kembali dengan baik dan tidak memakan korban jiwa,” ujar orang pertama di Kodam XIII Merdeka itu kepada sejumlah wartawan belum lama ini.
Mengingat hukum yang diberlakukan adalah tertib sipil bukan diterapkan sistem darurat sipil maupun darurat militer, oleh karenanya di garda depan adalah unsur-unsur dari kepolisian.
Sedangkan pihaknya hanya memperkuat dan memback up mereka untuk menyelesaikan persoalan.
Menurut Pangdam, keberadaan sisa anggota kelompok Santoso saat ini masih bersembunyi di hutan-hutan Poso.
Meskipun kelompok ini pola bertahannya terpecah-pecah, sisa kelompok jaringan santoso ini tidak bertambah dan tetap berjumlah sembilan orang tanpa ada yang menjadi orang nomor satu atau yang menjadi pemimpin.
Pelaksanaan Operasi Tinombala 2017 dalam menangkap sisa sembilan orang kelompok Santoso di hutan-hutan Poso tahap awal yang digelar selama 3 bulan.
Operasi Tinombala 2017 telah diperpanjang selama tiga bulan kedepan hingga Juli 2017 dengan jumlah pasukan sebanyak 1.500 gabungan TNI-Polri tanpa menambah jumlah pasukan.
Seluruh pasukan yang dilibatkan saat ini terus melakukan perburuan dan pengejaran sisa sembilan orang jaringan kelompok Santoso yang bertahan tanpa ada satu pun warga asal Poso. BRN

Komentar