Ada Tiga Negara Siap Beri Suaka untuk Habib Rizieq

Eggi Sudjana

SultengTerkini.Com, JAKARTA– Habib Rizieq Syihab yang menjadi tersangka di kasus pornografi di situs baladacintarizieq belum menunjukkan tanda-tanda untuk pulang ke tanah air. Pengacara Habib Rizieq menyebut Imam Besar FPI itu siap diterima di tiga negara yang bersedia memberikan suaka.

“Sudah ada tiga negara yang setuju untuk memberikan suaka kepada Habib,” ujar pengacara Habib Rizieq, Eggi Sudjana dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (31/5/2017).

Eggi belum mau mengungkap negara-negara tersebut. Yang jelas untuk saat ini, Eggi menyatakan, Habib Rizieq belum mau pulang ke Indonesia.

“Habib masih berada di Arab Saudi. Beliau belum mau pulang karena keamanan dirinya belum terjamin dan juga untuk menghindari konflik horisontal maupun vertikal,” ujar Eggi.
Terkait dengan kasus pornografi di situs baladacintarizieq, penyidik Polda Metro Jaya siang ini menetapkan Rizieq dalam Daftar Pencariao Orang (DPO). Setelah DPO, apabila Habib Rizieq tak kunjung pulang, polisi akan meminta red notice ke interpol.

Eggi keberatan jika nantinya, polisi meminta red notice untuk Habib Rizieq.

“Kalau sampai red notice, itu tidak dibenarkan. Karena ini bukan wilayah interpol. Untuk red notice itu harus untuk kategori yang mengancam keamanan negara. Dan kasus ini merupakan kasus ecek-ecek,” ujar Eggi.

REKAYASA KASUS
Imam besar FPI, Habib Rizieq telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pornografi di situs ‘baladacintarizieq’. Kini dia berada di Arab saudi, kuasa hukumnya menyebut Rizieq tidak akan pulang karena merasa chat itu rekayasa.

“Tidak pulang. Ya karena tidak pantas jadi tersangka, jangankan tersangka jadi saksi saja tidak bisa, kenapa karena dia tidak melihat, mengalami, tidak mengakui peristiwa ini, itu rekayasa,” kata kuasa hukumnya, Eggi Sudjana.

Eggi mengatakan, Firza pernah ditahan pada akhir Desember lalu, ponsel miliknya disita. Kemudian 2 bulan berikutnya muncul chat tersebut di situs baladacintarizieq. Eggi menuduh ada rekayasa di balik chat yang beredar.

“Oleh karena yang dituduhkan rekayasa jadi tidak pulang. Jadi kalau mau dipaksa silakan,” imbuhnya.

Eggi menyebut Habib merasa diintimidasi karena adanya perbedaan penanganan kasus dengan kasus yang menjerat Basuki Tjahja Purnama.

“Persoalannya Habib diperlakukan diskriminalisasi, lihat proses Ahok belum jadi tersangka sudah difasilitasi, kondisikan pembelaannya, diproses dulu, gelar perkara. Ada hal-hal yang sifatya kontribusi dari pendukung Ahok, saksi ahlinya dikasih kesempatan, tapi kalau Habib langsung dijadikan tersangka,” ujar Eggi.

Ia mengaku siap jika tim pengacara dimintai keterangan karena sudah mendapatkan surat kuasa dari Rizieq untuk diperiksa dan menghadirkan saksi ahli. Ia tak gentar dengan ancaman polisi akan menerbitkan surat ke interpol jika Rizieq tak kunjung pulang.

“Tidak apa-apa silakan. Kalau dia dapat suaka politik dari negara sana ya biarin saja dia harus ngehormatin negara itu dong. Sudah urusan antar negara,” ujarnya.  (sumber: detik.com)

Komentar