Ada Produk Pangan Kedaluwarsa Ditemukan di Swalayan Mouza Palu

PETUGAS gabungan dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan, Polda Sulteng dan Pemerintah Kota Palu di Sulawesi Tengah melakukan inspeksi mendadak produk pangan yang dijual di Swalayan Mouza Kelurahan Tondo, Kota Palu, Senin (5/6/2017). FOTO: ICHAL

SultengTerkini.Com, PALU– Aparat gabungan dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Kota Palu, Sulawesi Tengah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke swalayan di wilayahnya, Senin (5/6/2017).

Hasilnya, petugas Balai POM menemukan sejumlah produk pangan yang kedaluwarsa dari Swalayan Mouza di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore.

Produk pangan yang disita aparat dari Swalayan Mouza itu yakni sambal bungkus merek Del Monte dimana tertera tanggal 29 September 2016, beberapa kaleng Blue Band yang kemasannya rusak.

Selain itu, petugas juga menyita beberapa bungkus gula pasir lantaran pada kemasan karungnya tidak mencantumkan merek dagangnya dari Badan POM di Jakarta.

Selain itu, petugas gabungan dari Polda Sulteng dan Pemerintah Kota Palu juga mendatangi gudang salah satu distributor di Kelurahan Tondo yang memasok sambal kedaluwarsa ke Swalayan Mouza.

Di gudang tersebut petugas menyita sebanyak empat dus sambel bungkus sebagai barang bukti.

Pihak swalayan dan distributor barang kedaluwarsa itu juga mendapat teguran keras dari Balai POM.

“Untuk saat ini sanksinya baru administrasi,” kata Kepala Seksi Pemeriksaan dan Penyidikan Balai POM Palu Ruth Meri Nancy kepada sejumlah wartawan.

Pihak Balai POM Palu hingga menjelang Lebaran masih akan turun melakukan sidak mengecek dan memantau peredaran obat dan makanan yang dijual di tengah masyarakat di wilayahnya.

Sementara itu, Manajer Swalayan Mouza, Zulkifli mengaku kaget melihat produk yang dijual sudah melewati masa edar.

“Saya juga kaget, baru tahu ini (ada produk kedaluwarsa),” katanya.

Padahal produk yang masuk dan diterima dari distributor untuk dijual di swalayannya tetap diawasi dan diperiksa.

Secara terpisah, Manager Gudang PT Surapandang, distributor sambal merek Del Monte mengaku tidak memeriksa barang yang masuk di gudang dan diedarkan ke masyarakat untuk dijual.

“Setiap barang masuk pasti kita periksa dan awasi, dan saya baru tahu kalau ternyata sambal itu sudah kedaluwarsa,” katanya. HAL

Komentar