ACT Sulteng Kembali Distribusi Dua Ton Beras ke Ponpes

PENANGGUNG jawab program Aksi Cepat Tanggap Sulawesi Tengah Mustafa menyerahkan secara simbolis berupa beras kepada santri Nurul Falah Kawatuna, Selasa (21/1/2020). FOTO: CHANDRA

SultengTerkini.Com, PALU- Guna memenuhi kebutuhan pangan santri, Global Wakaf  Aksi Cepat Tanggap (Global Wakaf ACT) Cabang Sulawesi Tengah (Sulteng) melalui program Beras Untuk Santri Indonesia (Berisi) kembali mendistribusikan dua ton beras ke dua pesantren yang tersebar di Kota Palu dan Kabupaten Parigi Moutong.

Distribusi tahap pertama dilakukan ke Pondok Pesantren (Ponpes) Asyabaalul Khairaat Tada, Kecamatan Tinombo Selatan, Parigi Moutong. Jumlah santri di ponpes itu kurang lebih 100 orang.

Distribusi tahap kedua dilakukan ke Ponpes Modern Nurul Falah Kawatuna, Kota Palu, Selasa (21/1/2020) sore.

Di ponpes ini terdapat 135 santri yang sebagian besar anak yatim maupun dari keluarga yang kurang mampu.

Kepala ACT Cabang Sulteng, Nurmarjani Loulembah mengatakan, dua pesantren itu sangat layak untuk dibantu.

Dimana kondisi ekonomi di ponpes itu belum memadai dan sangat membutuhkan kebutuhan pokok santri, khususnya makanan.

“Sesuai dengan program Berisi ini dikhususkan untuk membantu pesantren-pesantren yang kurang mampu. Bantuan itu diharapkan dapat kembali meringankan beban ponpes maupun meningkatkan semangat santri untuk menuntut ilmu agama,” kata Nurmarjani Loulembah.

Nani sapaan akrabnya juga mengungkapkan program berisi ini dikhususkan untuk semua ponpes di Indonesia agar kebutuhan pondok, khususnya beras dapat terpenuhi.

Pimpinan Ponpes Nurul Falah Kawatuna Palu, Mohamad Hafizin mengatakan, salah satu kendala yang dihadapi ponpes ia pimpin adalah kebutuhan pangan santri, khususnya beras.

Dimana sebagian besar santri merupakan anak yatim dan kurang mampu yang tidak dibebankan iuran pondok.

“Biasanya kami kekurangan beras karena santri menunggak pembayaran apalagi mereka dari keluarga yang kurang mampu maupun anak yatim. Untuk memenuhi kebutuhan beras biasanya kami berutang dengan pedagang beras di pasar,” kata Hafizin kepada tim ACT di sela-sela distribusi beras.

Hafizin mengungkapkan, bantuan beras dari ACT sangat membantu kebutuhan pokok santri.

“Terima kasih ACT kami sangat bersyukur dengan bantuan beras. Kami sangat-sangat terbantu sehingga meringankan beban ponpes kami,” pungkas Hafizin.

ACT Sulteng menargetkan setiap bulanya akan mendistribusikan beras sebanyak satu ton di pesantren yang ada di Sulteng.

Pihak ACT juga mengajak para dermawan yang kelebihan rezeki untuk menyisipkan dana untuk meringankan beban ponpes melalui donasi ke ACT. Seperti diketahui, bantuan beras tersebut juga merupakan donasi para dermawan yang turut membantu ekonomi ponpes. CAL

Komentar