SultengTerkini.Com, PALU– Wali Kota Palu Hidayat secara resmi memulai pembangunan Sekolah Cinta Kasih dari tingkat TK, SD, SMP, dan SMK di kawasan hunian tetap (huntap) 1 Kelurahan Tondo, Selasa (28/7/2020).
Kegiatan tersebut ditandai dengan Ground Breaking Ceremony atau peletakan batu pertama oleh Walikota Hidayat bersama Sekretaris Provinsi Sulawesi Tengah, Mohammad Hidayat Lamakarate mewakili Gubernur Longki Djanggola.
Dalam sambutannya, Walikota Hidayat menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Palu kepada pihak Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang telah banyak memberikan kontribusinya dalam hal rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayahnya.
“Awalnya cuma rumah dikasih. Namun ditambah lagi kasur, meja makan beserta kursinya yang ada di huntap. Alhamdulillah, kita juga sudah dikasih balai pertemuan warga dan insyaAllah disini akan dibangun TK, SD, SMP, dan SMK,” ungkapnya.
Dia menyatakan sangat rugi apabila para penyintas bencana enggan direlokasi ke huntap yang didukung dengan berbagai fasilitas umum dan sosial di dalamnya.
Walikota Hidayat berharap kawasan huntap tersebut betul-betul dapat dijaga bersama-sama karena bisa menjadi kawasan pemukiman yang bisa diandalkan di Kota Palu.
“Saya ingin huntap 1 Tondo ini betul-betul kita jaga bersama karena ini bisa menjadi kawasan pemukiman yang bisa kita andalkan,” ungkapnya.
Dia mengatakan sampai dengan saat ini pihaknya terus memastikan air dapat mengalir 1×24 jam, sehingga baru 20 kepala keluarga (KK) yang resmi dimasukkan ke dalam huntap dari 500 lebih KK calon penghuninya yang sudah mencabut lot.
Namun demikian, katanya sudah ada sejumlah masyarakat yang sudah meminta kuncinya sesuai nomor rumah yang didapatkan, agar huntap mereka dapat mereka rawat sekaligus menjaga keamanannya.
Dalam kesempatan tersebut juga, walikota sangat memohon agar masyarakat di Kelurahan Talise, Tondo, maupun Talise Valangguni tidak menghambat jalannya pembangunan huntap 2 dan 3, mengingat masih banyak penyintas bencana lainnya berada di hunian sementara (huntara).
“Atas nama kemanusiaan, izinkan pemerintah membangunkan huntap bagi mereka (penyintas bencana). Kemarin kita sudah rapat, sisa lahan HGB yang tidak berlaku akan diupayakan dibagikan kepada warga di tiga kelurahan tadi. Kita sudah membentuk tim untuk menginventarisir siapa-siapa saja yang berhak menerima lahan tersebut,” katanya.
Turut hadir dalam peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Cinta Kasih tersebut yaitu perwakilan Korem 132/Tadulako, perwakilan Kodim 1306/Donggala, perwakilan Polres Palu, dan para perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. CAL