Gubernur Longki: Kinerja Bank Sulteng Ditakuti oleh Bank Lain di Palu

GUBERNUR Sulawesi Tengah Longki Djanggola saat membawakan sambutan usai gowes bersama dalam rangka hari ulang tahun Bank Sulteng ke 52, di sebuah kafe Jalan Juanda, Kota Palu, Sabtu (27/3/2021) pagi. FOTO: ICHAL/SULTENGTERKINI.COM

SultengTerkini.Com, PALU– Pihak Bank Sulteng menggelar gowes bersama instansi terkait dengan menerapkan protokol kesehatan dengan mengambil start di rumah jabatan Siranindi II dan berakhir di sebuah kafe Jalan Juanda, Kota Palu, Sabtu (27/3/2021) pagi.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Happy Anniversary PT Bank Sulteng ke 52 itu mengambil tema “Mari jo Bersepeda, Imun Kuat Bank Sulteng Maju”.

Gowes bersama itu diikuti Gubernur Sulteng Longki Djanggola, Direktur Utama Bank Sulteng Rahmat Abdul Haris, jajaran unsur forum komunikasi pimpinan daerah setempat, Ketua Otoritas Jasa Keuangan, dan para anggota komunitas sepeda seperti Siranindi Club, JouTube, Mangge Bro dan sebagainya.

Gubernur Longki Djanggola dalam sambutannya menyatakan kebahagiaannya karena dapat melaksanakan satu aktivitas yang luar biasa bersepeda bersama dalam memeriahkan hari ulang tahun Bank Sulteng yang ke 52 sesuai dengan tema Bank Sulteng pada acara bersepeda “marijo bersepeda, imun kuat Bank Sulteng maju” serta tema ulang tahun “Bank Sulteng Siap Menjadi Market Leader di Sulawesi Tengah”.

Tema tersebut menurut gubernur bukan angan-angan atau omong kosong melainkan sebuah realita karena menilai kinerja performa Bank Sulteng ditakuti oleh bank-bank lain yang ada di Kota Palu.

“Saya bangga dengan kinerja Bank Sulteng, selama saya jadi gubernur kemajuan Bank Sulteng luar biasa setiap tahun, mau bicara laba signifikan yang dirasakan oleh seluruh rakyat karena setiap kabupaten punya saham di Bank Sulteng, makanya kesempatan ini saya menjadi sponsor utama untuk memajukan Bank Sulteng yang merupakan milik bersama,” jelas gubernur.

Menurut gubernur, untuk memajukan Bank Sulteng, tidak usah terlalu muluk-muluk, partisipasinya cukup mudah dengan membuka rekening tabungan sudah sangat berkontribusi.

“Alhamdulillah selama kurang lebih 10 tahun kemajuan Bank Sulteng luar biasa, jujur saya katakan sangat memuaskan sehingga tidak salah kalau Bank Sulteng punya tema Bank Sulteng market leader di Sulawesi Tengah’ yang akan menjadi kenyataan, sekarang saudara-saudara boleh lihat penampilan Bank Sulteng di semua kabupaten di Sulawesi Tengah yang tidak kalah dengan bank swasta dan bank BUMN, tinggal mengintrospeksi kemampuan SDM kita dalam memanage bank yang kita miliki agar betul-betul memberikan arti bagi kemajuan Bank Sulteng kedepan. Untuk itulah saya selalu sangat mendorong kemajuan Bank Sulteng agar bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Gubernur Longki mengatakan,  setiap tahun Bank Sulteng meluncurkan CSR dalam hal pemberdayaan ekonomi kerakyatan, pemberdayaan layanan masyarakat yang sudah mampu dan sebagainya termasuk penyaluran kredit yang telah berjalan dengan lancar.

“Untuk itu saya minta melalui teman-teman semua yang hadir mari semua berkomitmen bagaimana kita bisa memajukan dan mengembangkan sehingga Bank Sulteng menjadi leader di Sulawesi Tengah,” sebutnya.

FOTO: ICHAL/SULTENGTERKINI.COM

Pada kesempatan itu, gubernur sekaligus memohon pamit karena sesuai dengan Undang-Undang 16 Juni 2021 masa jabatannya akan berakhir.

Longki Djanggola juga meminta maaf apabila di dalam kepemimpinannya sebagai Gubernur Sulteng selama hampir 10 tahun masih ada hal yang belum sempat terselesaikan atau belum bisa mencapai target, akan tetapi tak sedikit keberhasilan yang berhasil dilaksanakan yang  diakui secara nasional.

Sebagai contoh pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah yang terbaik di Indonesia meskipun berada pada musim pandemi Covid-19.

Menurut gubernur, setelah pensiun dirinya akan bertani, akan tetapi untuk kegiatan-kegiatan kemasyarakatan akan tetap ditekuninya termasuk bergabung ke dalam komunitas-komunitas misalnya komunitas sepeda, komunitas fox, gaplek dan sebagainya.

Sementara itu sebelumnya, Direktur Utama Bank Sulteng, Rahmat Abdul Haris mengatakan, tujuan dilaksanakannya gowes bersama itu untuk menjalin komunikasi yang baik kepada semua komunitas pesepeda yang dirangkai menjadi satu kesatuan guna meningkatkan perekonomian.

Dia menuturkan, menurut penelitian usia produktif adalah pada usia antara 50 sampai dengan 65 tahun yang diharapkan dapat meningkatkan semangat para karyawan dan direksi Bank Sulteng untuk lebih baik. CAL