PALU– Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Rusdy Mastura menghadiri acara pisah sambut Danrem 132/Tadulako dari Brigjen TNI Farid Makruf kepada Brigjen TNI Toto Nurwanto di aula sebuah hotel Jalan Mohammad Hatta, Kota Palu, Rabu (5/1/2022) malam.
Mengawali sambutannya, Gubernur Rusdy Mastura menyampaikan selamat datang kepada pejabat baru Danrem 132/Tadulako, Brigjen TNI Toto Nurwanto.
Dia mengucapkan terima kasih serta apresiasi kepada Brigjen TNI Farid Makruf atas pengabdian dan kerjasamanya di Bumi Tadulako, khususnya percepatan pemulihan pascabencana 28 September 2018, memimpin personel dalam Operasi Madago Raya serta penanganan Covid-19 dan percepatan vaksinasi sebagaimana petunjuk Presiden RI, Joko Widodo.
“Terima kasih atas dukungan TNI Polri serta pihak terkait lain, sehingga target vaksinasi di Sulawesi Tengah sudah mencapai 70%,” kata gubernur.
Danrem 132/Tadulako, Brigjen TNI Toto Nurwanto dalam perkenalannya menyampaikan ketika masih mayor tepatnya tahun 2005 seorang kyai menyampaikan kalau dirinya akan mendapat penugasan di daerah Sulawesi.
Setelah menunggu hampir 16 tahun, ternyata apa yang disampaikan kyai benar adanya karena dirinya mendapat penugasan di Sulteng.
“Saya lahir 8 Juni 1966, dikaruniai dua orang anak, satu putri dan satu putra, yang putri sudah menikah dokter, kemudian yang laki-laki baru kemarin dari pertambangan. Saya sudah punya cucu seorang,” ujarnya memperkenalkan diri.
Karir Toto diawali di Kodim Denpasar Bali, Kodam Tanjungpura kemudian mendapat penugasan di perbatasan Malaysia, Samarinda, Balikpapan serta Medan.
Brigjen TNI Toto Nurwanto berharap bisa berbuat banyak untuk masyarakat Sulteng serta diterima dengan baik. “Insya Allah saya akan menjadi warga yang baik,” ujarnya merendah.
Sementara itu, Brigjen TNI Farid Makruf didampingi istri dalam sekapur sirih menyatakan penugasannya selama 1 tahun tujuh bulan terasa sangat singkat.
“Kami rasa masih ada hal yang belum selesai sebagai komandan satgas rehab rekon, sehingga saya tergerak untuk menulis sebuah buku. Mudah-mudahan dengan kedatangan bapak wapres semuanya bisa diselesaikan. Apalagi Alhamdulillah bapak gubernur begitu menjabat langsung berani berkorban untuk membeli tanah karena salah satu persoalan dalam pengungsian dan dampak bencana adalah kekurangan tanah akibat likuefaksi dan tsunami, sehingga pak gubernur mengambil langkah yang sangat tepat,” kata Farid. CAL










Komentar