PT Poso Energy I Tak Indahkan Kesepakatan Bersama antara MADP dan BWSS III Palu

-Utama-
oleh

POSO– Upaya Masyarakat Adat Danau Poso (MADP) yang terus berupaya memperjuangkan hak-hak warga seputaran pesisir Danau Poso yang terkena dampak elevasi akibat  beroperasinya bendungan PLTA Poso Energy 1, terus mereka lakukan.

Seperti yang dirilis pihak MADP, terkait hasil pertemuan dengan pihak Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) III Palu yang digelar 23 Desember 2021 silam, dimana telah dihasilkan rekomendasi bersama berupa kesepakatan antara lain.

Pertama, melakukan peninjauan ulang, konfirmasi dan klarifikasi secara langsung ke bendungan PLTA Poso I Poso Energi terkait kondisi permukaan air sekeliling Danau Poso jika elevasi penetapan air pada ketinggian tertentu (509,510,511,512) MDPL.

Dimana melihat pola operasi bendungan PLTA Poso I PT Poso Energy, tim ini harus melibatkan Masyarakat Adat Danau Poso (MADP).

Kedua, BWSS III Palu punya kewajiban untuk memberikan informasi, rekomendasi kepada Komite Nasional Indonesia Bendungan Besar terkait permohonan izin PT Poso Energi untuk ditinjau kembali jika terdapat permasalahan teknis dilapangan.

Pada poin ketiga, rekomendasi izin pemanfaatan air yang diberikan BWSS III Palu kepada Kementerian PU untuk Poso Energi adalah debit air 110 meter kubik per detik.

Adapun poin terakhir dalam kesempatan bersama tersebut menegaskan, MADP akan dilibatkan secara aktif dalam memahami, mengerti dan menentukan sempadan Danau Poso.

Sementara itu, pihak MADP melalui juru bicaranya, Berlin Modjanggo yang dikonfirmasi media ini mengatakan, berdasarkan rekomendasi bersama pihak BWSS III Palu, segara membentuk tim yang nanti bersama pihak PT Poso Energi 1 untuk bersama-sama menjalankan kesepakatan yang ada.

“Tim yang dimaksud telah kami bentuk sepulangnya dari Palu,” ungkap Berlin yang juga Ketua Adat Desa Meko ini usai dikonfirmasi media ini melalui telepon genggamnya, Rabu (12/1/2022).

Namun sayang kata Berlin, pihak PT Poso Energy tidak merespon terkait keberadaan tim yang telah dibentuk pihak MADP ini.

Selanjutnya, saat notulensi kesepakatan bersama ini dikonfirmasi pada pihak PT Poso Energy 1 melalui juru bicaranya, Syafri beberapa waktu lalu, pihaknya meminta waktu untuk menelaah hasil notulensi tersebut. Sepekan waktu berlalu, hingga berita dinaikkan, pihak PT Poso Energy tak kunjung memberikan jawaban atas konfirmasi yang disampaikan media ini. FAI

Komentar