Resmikan Pasar Modern Bambaru, Walikota Palu: Pengelolaannya akan Dialihkan ke Perusda

-Utama-
oleh

PALU– Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid meresmikan Pasar Modern Bambaru pada Kamis (27/1/2022) ditandai dengan penekanan tombol bersama Ketua DPRD Ikhsan Kalbi dan tokoh agama.

“Kita berterima kasih kepada walikota sebelumnya yang menginisiasi pembangunan Pasar Bambaru berkonsep modern ini, sehingga Alhamdulillah saya tinggal melanjutkan,” kata Walikota Hadianto dalam sambutannya.

Walikota Hadianto mengatakan, pada tahun depan Pemerintah Kota (Pemkot) Palu akan merevitalisasi Palu Plaza.

“Alhamdulillah Palu Plaza sudah dihibahkan dan diserahkan kepada Pemkot Palu, maka akan menjadi jalan pemerintah untuk merevitalisasinya,” katanya.

Hadianto berharap kawasan Palu Plaza akan menjelma menjadi ikon baru di kota ini.

Tentunya kata dia, semua hal ini tidak luput dari kerjasama semua pihak, termasuk unsur forkopimda yang selama ini mengawal dengan baik proses pembangunan di Kota Palu sesuai aturan, koridor dan harapan bersama.

Walikota juga menyampaikan permohonan maaf atas pembukaan Pasar Bambaru yang agak molor dari jadwal.

Dia berharap pada 15 Desember 2021 lalu, para pedagang sudah masuk untuk berjualan di Pasar Modern Bambaru, tetapi karena masih ada perbaikan yang harus diselesaikan, sehingga baru hari ini diresmikan.

Walikota menuturkan, dalam waktu dekat Pasar Bambaru ini akan dialihkan kepada perusahaan daerah (perusda) agar pengelolaannya lebih profesional.

Menurutnya, perusda bukan hanya mengelola para pedagang, tetapi semua potensi untuk mengembangkan dan semakin memantapkan pasar tersebut.

“Semoga bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para pedagang,” tutur walikota.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu, Ajenkris menjelaskan, Pasar Bambaru dibangun pada tahun 1986.

Namun kata dia, hanya empat tahun difungsikan sebagaimana mestinya, selebihnya pada tahun 2008 Pasar Bambaru dimanfaatkan oleh enam SKPD Pemkot Palu, karena saat itu belum ada kantor.

“Yang terpakai saat itu hanya pedagang emas dan kain,” ujarnya.

Ajenkris menyebutkan, jumlah pedagang yang berjualan di lantai I Pasar Modern Bambaru sebanyak 50 petak, semua kembali pada posisi semula, kemudian los kaca 36, dan stan kayu lima.

Kemudian di lantai II terdapat toko sebanyak 33, los kaca 14, stan kayu 18. Selanjutnya di lantai III Pasar Modern Bambaru terdapat kafe sebanyak 32, dan satu restoran. CAL

Komentar