PALU– Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tengah (Sulteng), Ma’mun Amir mewakili Gubernur Rusdy Mastura memimpin TEPRA APBD Provinsi tahun anggaran 2021 di Gedung Pogombo, Selasa (8/2/2022).
Wagub didampingi Penjabat Sekretaris Provinsi Faisal Mang, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Rudy Dewanto, dan dihadiri para kepala organisasi perangkat daerah setempat.
Kepala Biro Administrasi Pembangunan, Arfan selaku Sekretaris TEPRA melaporkan, realisasi APBD tahun 2021 sebesar Rp 4.311.742.882.868 dari total APBD sebesar Rp 4.669.877.792.403, dan sisa anggaran yang tidak terealisasi sebesar Rp 358.134.909.535 atau 7,67%.
Realisasi keuangan terdiri dari realisasi belanja operasi sebesar Rp 3.261.345.360.993 atau sebesar 92,94% dari sisa anggaran belanja operasi sebesar Rp 247.804.032.132.
Selanjutnya realisasi belanja modal Rp 493.481.253.719 atau 89,45% dan terdapat sisa anggaran belanja modal sebesar Rp 58.229.294.942.
Realisasi belanja tidak terduga sebesar Rp 23.674.085.565 atau sebesar 48,97% terdapat sisa anggaran belanja transfer sebesar Rp 27.434.727.017. atau sebesar 51,03%.
Realisasi belanja transfer sebesar Rp 533.242.182 590 atau sebesar 95,11% terdapat sisa anggaran transfer sebesar Rp 27.434 727.017 atau 4,89%.
Arfan mengatakan, sesuai hasil TEPRA kabupaten dan Kota Palu tahun anggaran 2021, realisasi anggaran terbaik adalah Kabupaten Poso di peringkat I dengan realisasi APBD tahun 2021 sebesar 93,6 % Kabupaten Parigi Moutong 93,6% dan Kabupaten Tojo Una Una 92,5%, dan paling terendah realisasi APBD adalah Banggai Laut sebesar 72,7%.
Untuk realisasi anggaran terbaik di OPD provinsi, peringkat terbaik I adalah Inspektorat, terbaik II Diskominfo, terbaik III Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, terbaik IV Satuan Polisi Pamong Praja, serta peringkat V Badan Pendapatan Daerah.
Sementara itu, wagub mengatakan, harapan pimpinan untuk realisasi anggaran setiap OPD yakni masuk grade biru dan lebih maksimal dengan harapan semua anggaran dapat termanfaatkan dengan baik.
“Kedepan saya minta agar penghargaan untuk realisasi setiap tiga bulan memberikan motivasi kepada OPD mempercepat realisasi anggaran di masing-masing OPD walapun bahwa hasil evaluasi TEPRA secara nasional sampai dengan bulan Oktober 2021 Provinsi Sulawesi Tengah masuk pada 10 besar realisasi anggaran terbaik,” kata wagub.
Dia menyampaikan, untuk perencanaan kedepan harus pola program yang disertai uang dan jangan uang menyertai program.
Dia meminta agar seluruh program dan kegiatan tahun 2022 harus dipastikan untuk menyelesaikan masalah, bukan menimbulkan masalah baru.
Wagub juga meminta pimpinan OPD yang diberikan amanah kewenangan agar dapat menjalankan amanah itu dengan baik. LAH











Komentar