BALI– Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Rusdy Mastura bersama para bupati dan walikota di wilayahnya mengikuti Business Matching Pengadaan Produk Dalam Negeri (PDN) dan UMKM Tahun 2022 di Grand Hyatt Kawasan Wisata Nusa Dua BDTC, Bali, Jumat (25/3/2022).
Acara itu didahului dengan kegiatan yang bertemakan “Business Matching Pengadaan Produk Dalam Negeri dan UMKM 2022″ dengan menghadirkan sekira 1.000 peserta yang berasal dari perwakilan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan industri serta para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Dalam acara itu, Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, perdagangan harus meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dengan target belanja PDN dan UMKM tahun 2022 sebanyak Rp 400 triliun.
“Terdapat potensi belanja sebesar Rp 1.071,4 triliun yang berasal dari porsi belanja barang dan belanja modal APBN sebesar Rp 538,9 triliun dan APBD sebesar Rp 532,5 triliun. Ini dapat dioptimalkan sebagai peluang pasar PDN,” kata Menperin Agus.
Adapun mengenai regulasi PDN ini tertuang dalam UU Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, dimana di dalamnya menjelaskan antara lain, bagaimana setiap pengadaan yang sumber pembiayaannya berasal dari APBN, APBD, termasuk pinjaman atau hibah dari dalam negeri atau luar negeri, serta pekerjaannya mengusahakan sumber daya yang dikuasai negara, maka wajib menggunakan PDN.
Sementara itu, Gubernur Rusdy Mastura yang didampingi Karo Administrasi Pimpinan, Edy Lesnusa mendukung dan mendorong belanja barang dan jasa mempergunakan PDN, diutamakan produk UMKM lokal Sulteng.
Selain itu juga akan memberikan dorongan terhadap UMKM untuk dapat bersaing dan meningkatkan produktivitas dan kualitas produksi agar bisa bersaing dan bisa menjawab kebutuhan khusus untuk mempersiapkan Sulteng sebagai daerah penyangga Ibu Kota Negara baru. LAH












Komentar