DPRD Sulteng Temui PT Poso Energy Bahas Tenaga Kerja dan Jaminan Sosialnya

-Utama-
oleh

POSO– Pihak Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mengunjungi kantor PT Poso Energy seusai melakukan pertemuan dengan pemerintah kabupaten, Kamis (17/11/2022). Pertemuan pihak DPRD Sulteng dengan PT Poso Energy membahas terkait masalah ketenagakerjaan.

Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPRD Sulteng, Alimuddin Pa’ada dan juga dihadiri beberapa anggotanya yakni Moh Hidayat Pakamundi, Muh Ismail Junus, dan Winiar Hidayat Lamakarate.

Rombongan DPRD Sulteng diterima oleh Kepala Proyek PT Poso Energy Tajuddin Nur, Kepala Manager Teknik dan Niaga PT Poso Energy Sharoni, Kepala Humas PT Poso Energy M Syafri, Kepala Legal PT Poso Energy Udi Budhyarto, serta sejumlah karyawan PT Poso Energy.

Ketua Komisi IV DPRD Sulteng, Alimuddin Pa’ada menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan kerja tersebut untuk melakukan audiensi dengan pihak PT Poso Energy terkait kebijakan dalam perekrutan tenaga kerja lokal, termasuk soal keselamatan kerja dan jaminan sosial karyawannya.

Muh Ismail Junus menyampaikan agar dalam perekrutan tenaga kerja harus melibatkan dinas terkait sehingga yang dihasilkan berkompeten dan tentunya memprioritaskan anak-anak daerah.

Dia menyarankan kepada pihak PT Poso Energy agar terus meningkatkan kapasitas kelistrikan, sehingga penyaluran listrik ke daerah-daerah bertambah.

“Kalau perlu sampai ke daerah-daerah di luar Sulteng, karena semakin banyak penyaluran daya listrik, maka penarikan pajak air permukaan semakin meningkat dan pendapatan asli daerah (PAD) juga akan bertambah,” katanya.

Kepala Proyek PT Poso Energy, Tajuddin Nur menyampaikan bahwa selama ini dalam perekrutan tenaga kerja selalu memprioritaskan warga lokal atau anak-anak daerah.

Saat ini kata dia, jumlah karyawan yang bekerja di PT Poso Energy dibagi dua bagian. Pertama, pada bidang konstruksi, karyawan non lokal sebanyak 154 orang, karyawan lokal sebanyak 520 orang, subkontraktor lokal 200 orang, dan sekuriti anak daerah 100 orang.

“Jadi jumlah karyawan anak daerah yang bekerja pada bidang konstruksi sebanyak 820 orang,” katanya.

Kemudian kedua, pada bidang operasi dan pemeliharaan karyawan non lokal sebanyak 45 orang, karyawan lokal 283 orang, tenaga kontrak lokal 62 orang.

“Jumlah karyawan lokal yang bekerja pada bidang operasi dan pemeliharaan sebanyak 345 orang. Jadi secara akumulasi jumlah karyawan lokal yang bekerja pada PT Poso Energy sebanyak 1.165 orang,” katanya.

Selain itu, Tajuddin Nur juga menyampaikan bahwa terkait keselamatan kerja sangatlah aman.

Hal itu kata dia, dibuktikan selama tujuh tahun berjalan hanya ada satu karyawan yang telah mengalami kecelakaan kerja akibat kecerobohan dalam bekerja. Dalam hal ini juga pihak PT Poso Energy sebelum mempekerjakan karyawan yang baru masuk terlebih dahulu karyawan diberikan pelatihan terkait tata cara dan teknis dalam melakukan pekerjaan yang sesuai dengan bidang masing-masing.

Selain itu tenaga kerja juga dilengkapi dengan peralatan standar perusahaan demi menjaga keamanan bekerja dan meminimalisir kecelakaan kerja.

Sedangkan masalah jaminan sosial kata dia, seluruh karyawan PT Poso Energy sudah terdaftar dan terdata di BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. CAL

Komentar