138 Anggota PPS Dilantik, KPU Kota Palu Minta Segera Bentuk Sekretariat

-Utama-
oleh

PALU – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu melantik 138 Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari 46 kelurahan yang ada di Kota Palu, Selasa, 24 Januari 2023. Pelantikan dipimpin langsung Ketua KPU Kota Palu, Agussalim Wahid.

Ketua KPU Kota Palu Agussalim Wahid mengatakan pengambilan sumpah janji untuk Pemilu 2024 sudah sesuai kebutuhan.

Dia meminta kepada seluruh PPS untuk segera  berkoordinasi dengan lurah masing-masing terkait  pembentukan sekretariat.

“Alhamadulillah target sudah terpenuhi. Dan pelantikan ini serentak di seluruh indonesia. Makanya kami melaksanakan di 24 Januari 2023,” tutur Agussalim.

Dia mengatakan bahwa  pemilu 2024 berbeda dengan pemilu 2019 lalu. Makanya, PPS harus mempersiapkan diri. Sebagai langkah awal,  harus segera  persiapkan  sekretariat.

Agussalim menjelaskan, sesuai dengan PKPU nomor 8 tahun 2022 bahwa setelah pengambilan sumpah janji, anggota PPS sudah dapat bekerja.

Diawali dengan orientasi tugas, dimana KPU akan memberikan pembekalan terkait tugas apa saja yang harus dilakukan oleh PPS.

“Berhadapan dengan Pemilu 2024, sangatlah kompleks permasalahannya, sehingga harus dibekali dengan pemahaman aturan dan kode etik,” kata Agus.

Agussalim menambahkan terkait dengan uraian tugas sesuai yang tercantum dalam undang-undang nomor 7 tahun 2017 dan PKPU nomor 8 tahun 2022 terkait dengan tata kerja di badan Adhoc, yang paling urgen adalah membentuk Petugas Pemuktahiran Data Pemilih (Pantarlih), Daftar Pemilih Sementara (DPS), dan menerima masukan dan tanggapan dari masyarakat terkait dengan DPS tersebut.

“Ini yang dianggap paling penting dalam waktu dekat. Ini yang harus mereka laksanakan sehingga menciptakan output DPS yang berkualitas,” kata Agus.

Untuk jumlah Pantarlih sendiri, berdasarkan jumlah TPS yang ada di kelurahan masing-masing. Tugas perekturan ini merupakan kewenangan  PPS. PPS akan mengumumkan perektutan tersebut tanggal 27 Januari 2023.

“Untuk persiapan rektutmen itu tugas PPS. Begitupun bimbingan teknik dilakukan oleh PPS. Olehnya Kami KPU akan  memaksimalkan waktu untuk memberikan pembekalan sebagai dasar PPS, yang nantinya digunakan menyampaikan ke Pantarlih,” ungkap Agus.

Ditanya soal banyaknya kasus kematian anggota TPPS pada Pemilu lalu, Agussalim mengatakan, KPU telah melakukan langkah-langkah pencegahan agar memperkecil resiko. HNY

Komentar