Dinas Perikanan Donggala Terus Upaya Turunkan Angka Stunting

-Donggala, Utama-
oleh

DONGGALA– Di tengah maraknya isu nasional tentang stunting (gangguan tumbuhkembang anak yang disebabkan kekurangan asupan gizi), maka seluruh daerah berlomba-lomba untuk menurunkan angka gagal tumbuh anak.

Salah satunya adalah dengan menyertakan ikan sebagai salah satu sumber gizi yang sempurna untuk diberikan kepada anak Bawah Usia Lima Tahun (Balita).

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Donggala, Ali Assegaf mengatakan, untuk menekan angka stunting, pihaknya terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat Donggala dengan menyediakan sumber ikan guna mencukupi target 48 kilogram per kapita per tahun.

Menurut kadis yang akrab disapa Ali, tugas Dinas Perikanan Kabupaten Donggala memiliki peran dalam permasalahan stunting sejak 1.000 hari pertama kehidupan manusia dengan pemenuhan ikan sebagai salah satu sumber protein yang tersedia untuk ibu hamil.

Dia menjelaskan, tugas Dinas Perikanan Kabupaten Donggala dalam menangani stunting sifatnya sensitif (penanganan yang tidak berhubungan langsung), namun bertanggung jawab dengan 1.000 hari pertama kehidupan manusia.

“Kita harus bertanggung jawab untuk mengurus pemenuhan protein dari ikan untuk 1.000 hari pertama kehidupan manusia dengan mengajak ibu hamil untuk makan ikan segar sebagai sumber gizi utama,” ucapnya, Selasa (17/10/2023).

Guna memenuhi kebutuhan protein ikan bagi masyarakat maka, Dinas Perikanan Kabupaten Donggala terus menggenjot produksi ikan agar daya masyarakat untuk makan ikan semakin tinggi.

“Saya sudah menargetkan agar masyarakat Donggala harus makan ikan minimal 48 kilogram per kapita, per tahun untuk pemenuhan protein ikan dan menghindari masalah stunting. Sebelum ada isu stunting, saya sudah memiliki target agar dapat memenuhi kebutuhan gizi masyarakat Donggala melalui ikan, minimal 48 kilogram per tahun per kapita,” kata Ali Assegaf.

Untuk tahun 2023 kata dia, Dinas Perikanan Kabupaten Donggala mengejar target pemenuhan protein ikan sebanyak 48,90 persen dari angka nasional di kisaran 59.6 persen.

Kadis Ali Assegaf mengemukakan, indikator terkait pemenuhan protein ikan sebanyak 48 kilogram per kapita per tahun dapat terlihat melalui parameter diantaranya, produksi ikan meningkat, rumah makan sepanjang Pantai Barat Kabupaten Donggala tak luput dari menu ikan.

“Artinya, sepanjang wilayah Pantai Barat konsumsi ikan bagi masyarakat merupakan prioritas ditambah banyaknya sentra produksi perikanan,” ungkap dia. JAL

Komentar