Polisi Autopsi Jasad Bocah Korban Pembunuhan di Palu, Ditemukan Tanda Kekerasan

-Utama-
oleh

PALU– Sejumlah polisi dari Polresta Palu, Sulawesi Tengah menggali makam AR (8), seorang bocah yang menjadi korban pembunuhan oleh MFM, anak pensiunan Polri di pekuburan Pogego, Palu Barat, Senin (13/11/2023).

Penggalian makam oleh sejumlah polisi itu dilakukan dalam rangka autopsi terhadap jasad korban AR.

Sejumlah masyarakat sekitar ikut menyaksikan pembongkaran makam tersebut dari kejauhan.

Aparat Polresta Palu bahkan memasang garis polisi di sekitar pemakaman agar tidak mengganggu jalannya autopsi.

Sementara autopsi tersebut dilakukan oleh Tim Dokter dari Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji Sulawesi Selatan yang dipimpin Deny.

Dokter mengungkapkan selama menganalisa jenazah terlihat adanya beberapa tanda-tanda kekerasan di bagian tubuh korban.

Namun ahli kedokteran belum dapat menjelaskan secara detail.

“Tanda kekerasan kita temukan, nanti itu menjadi ranah teman-teman penyidik. Intinya masih ada tanda kekerasan,” ungkapnya.

Pihaknya bahkan meyakinkan hasil autopsi segera diumumkan sesuai dengan prosedur.

“Hasil visum fisik ini kurang lebih dua pekan, tapi sampelnya kita bawa ke Unhas itu yang mungkin agak lama sekitar bulanan,” ujar Deny di hadapan sejumlah jurnalis.

Tim dokter akan terus bekerja sama dan mengambil koordinasi yang tepat sehingga hasil autopsi berjalan dengan baik.

“Visum fisiknya ini mungkin akan satu hingga dua pecan saya tuntaskan sambil menunggu hasil pemeriksaan sampel,” pungkasnya.

Sebelumnya Polresta Palu menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan oleh MFM (16), anak di bawah umur terhadap AR (8), bocah sekolah dasar (SD) secara tertutup.

Sebanyak 20 adegan diperagakan oleh tersangka remaja 16 tahun berinisial MFM yang digelar di dalam Gedung Torabelo Mapolresta Palu pada Rabu (8/11/2023).

Kapolresta Palu, Kombes Polisi Barliansyah mengatakan, rekonstruksi sengaja dilakukan secara tertutup mengingat tersangka masih di bawah umur. DAM

Komentar

News Feed