Pesawat Militer Lima Negara Terjunkan Bantuan di Gaza

-Internasional, Utama-
oleh

GAZA– Pesawat-pesawat militer dari lima negara telah menerjunkan bantuan ke Gaza sejak kemarin.

Penerjunan bantuan terbaru dilakukan di utara wilayah yang terkepung, di mana kelaparan membayangi lebih dari lima bulan sejak perang Israel-Hamas pecah.

Fotografer, yang berada di dalam pesawat militer Yordania, melihat ratusan warga Palestina bergegas untuk menerima palet perbekalan pokok yang berjatuhan.

Militer Yordania mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pesawat Amerika Serikat, Prancis, Belgia dan Mesir juga berpartisipasi dalam operasi bantuan yang mencakup “enam penjatuhan udara gabungan di bagian utara Gaza”.

Yordania telah melakukan 37 operasi penerjunan udara sepihak. “Dan 40 lainnya bekerja sama dengan negara-negara mitra selama perang,” kata militer Yordania, seperti dikutip AFP, Senin (11/3/2024) .

Selama tiga jam melintasi Gaza utara pada Ahad, jurnalis AFP melihat ratusan orang, termasuk pria, wanita dan anak-anak, berlari dan melihat ke atas begitu mereka mendengar suara pesawat di atas, menunggu palet mendarat.

Saat melihat keluar dari pesawat, fotografer juga dapat melihat kehancuran besar di bawah. Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan bahwa sebagian besar dari 2,4 juta penduduk Gaza berada di ambang kelaparan, terutama di wilayah utara di mana pembatasan yang dilakukan Israel telah menghambat akses bantuan melalui jalur darat.

Kementerian Kesehatan di wilayah yang dikuasai Hamas mengatakan setidaknya 23 orang, hampir semuanya anak-anak, baru-baru ini meninggal karena kekurangan gizi dan dehidrasi.

Kelompok-kelompok bantuan mengatakan hanya sebagian kecil dari pasokan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dasar kemanusiaan yang diizinkan masuk ke Gaza sejak Oktober. Pekerja kemanusiaan dan pejabat PBB mengatakan pelonggaran akses darat bagi truk bantuan ke Jalur Gaza akan lebih efektif dibandingkan pengiriman melalui udara atau maritim untuk meringankan krisis yang mengerikan ini.

Serangan Hamas yang belum pernah terjadi sebelumnya pada tanggal 7 Oktober di Israel selatan yang memicu perang mengakibatkan kematian sekitar 1.160 orang, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan AFP atas angka resmi Israel.

Kampanye militer balasan Israel telah menewaskan sedikitnya 31.045 orang di Gaza, mayoritas perempuan dan anak-anak, menurut kementerian kesehatan wilayah tersebut.

(sumber: sindonews.com)

Komentar