614 Tentara Israel Tewas dan 3.361 Terluka di Gaza

-Internasional, Utama-
oleh

RAFAH– Seorang tentara Israel terluka setelah roket ditembakkan dari Gaza ke permukiman Shlomit pada 8 Mei 2024, menurut laporan Army Radio Israel. Menurut Perusahaan Penyiaran Publik Israel, tentara pendudukan Israel mengumumkan 614 tentara telah tewas sejak 7 Oktober, termasuk 267 orang yang tewas dalam operasi darat di Jalur Gaza.

Tentara juga menyatakan 3.361 tentara telah terluka sejak pecahnya perang di Gaza, termasuk 520 orang yang terluka parah, dan 41 tentara tewas akibat tembakan teman sendiri dan kecelakaan operasional.

Pada Senin, dua tentara Israel tewas dalam serangan pesawat tak berawak Hizbullah di dekat kota Metula di Israel utara, dan satu tentara lagi tewas kemarin.

Hingga saat ini pasukan Israel telah membunuh 34.789 warga Palestina, melukai 78.204 orang, dan 11.000 orang hilang atau tewas di seluruh Jalur Gaza. Sebagian besar korban tewas dan terluka adalah wanita dan anak-anak.

Amerika Serikat (AS) menjadi pemasok senjata yang digunakan Israel untuk membunuh warga Palestina di Jalur Gaza. Presiden AS Joe Biden menyatakan pada Rabu, untuk pertama kalinya, bahwa dia akan menghentikan sejumlah pengiriman senjata ke Israel.

Biden mengakui senjata-senjata tersebut telah digunakan untuk merugikan warga sipil di Gaza.

Pada hari yang sama, pemerintahan Biden menunda penyerahan laporan ke Kongres, yang semula dijadwalkan pada Rabu, mengenai apakah penempatan peralatan militer Israel yang dipasok AS di Gaza melanggar hukum kemanusiaan AS atau hukum internasional.

Pemerintah AS menyatakan evaluasi tertulis akan segera disampaikan. Dalam wawancara dengan Erin Burnett dari CNN, Biden mengatakan, “Warga sipil telah terbunuh di Gaza sebagai akibat dari bom-bom tersebut dan cara-cara lain yang mereka lakukan untuk menyerang pusat-pusat permukiman.”

Selain itu, dia mencatat jika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memulai aksi militer yang signifikan ke kota Rafah, penghentian pengiriman senjata akan diberlakukan.

(sumber: sindonews.com)

Komentar