Gelontorkan Rp90 Miliar, Dinas PU Palu Perbaiki 82 Jalan Rusak di 2024

-Kota Palu, Utama-
oleh

PALU– Pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palu, Sulawesi Tengah menyatakan tahun ini sedang dan akan memperbaiki puluhan titik jalan rusak di wilayahnya.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kota Palu, Aris menjelaskan, pada tahun 2023, pihaknya mengklaim telah memperbaiki jalan di 93 titik yang berstatus jalan kota.

Sedangkan pada tahun 2024 ini kata Aris, Dinas PU Palu merencanakan dan sedang mengerjakan perbaikan jalan sebanyak 82 titik.

“Kami merencanakan sekitar 82 titik perbaikan jalan dengan total anggaran mencapai Rp90 miliar pada tahun 2024,” kata Aris saat ditemui jurnalis media ini di kantornya, Kamis (20/6/2024).

Salah satu proyek yang sepenuhnya dikelola oleh Dinas PU Kota Palu adalah pengerjaan Jalan Sungai Manonda. Dengan anggaran lebih dari Rp9 miliar dan nilai kontrak Rp8,9 miliar, proyek ini dibiayai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK).

Selain itu juga perbaikan jalan dilakukan di sepanjang Jalan SIS Al Jufri hingga Pue Bongo.

“Pengerjaan sedang berlangsung juga dari perempatan Jalan SIS Al Jufri ke Pue Bongo, dimulai dengan pengerjaan drainase sebelum pengaspalan jalan,” katanya.

Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid menginstruksikan Dinas PU untuk memperbaiki beberapa jalan yang mendesak seperti Jalan Garuda, Tagari Lonjo, Maleo, dan Lelemina.

Jalan Lelemina misalnya, akan diperbaiki sepanjang 230 meter menggunakan beton dengan pagu anggaran Rp1,9 miliar.

Jalan Garuda mendapat pagu anggaran lebih dari Rp10 miliar, sementara Jalan Maleo sekitar Rp8 miliar. Perbaikan yang sangat mendesak juga diperlukan di Jalan Karana di daerah Mamboro.

Aris juga mengungkapkan bahwa jalan-jalan seperti Kimaja, Wahid Hasyim, Durian, Juanda, Jalur Dua, Sisingamangaraja, dan Dewi Sartika merupakan jalan kota yang pengerjaannya dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).

“Palu mendapatkan bantuan pasca bencana 2018,” tuturnya.

Proyek-proyek ini merupakan hasil kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya pascabencana 2018.

Peran Dinas PU Kota Palu dalam proyek ini adalah mengoordinasikan izin penggunaan jalan-jalan dalam kota yang berstatus sebagai jalan provinsi.

Dia menambahkan bahwa untuk tahun depan, perencanaan pengerjaan jalan masih dalam tahap persiapan.

Aris juga menyoroti masalah saluran air yang sering kali dijadikan tempat pembuangan sampah oleh masyarakat. Dia mengingatkan bahwa sampah dan sedimentasi yang menghambat aliran air akan mengurangi usia aspal jalan.

“Jika air keluar dari saluran dan masuk ke aspal, maka usia aspal tidak lama,” tegasnya.

Oleh karena itu kata dia, menjaga kebersihan saluran air adalah hal yang sangat penting dalam proyek perbaikan jalan.

Dengan berbagai proyek yang sedang dan akan dilaksanakan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat memperbaiki infrastruktur jalan di Kota Palu secara signifikan, memberikan manfaat besar bagi masyarakat setempat. RIL

Komentar