Bupati Sigi Ajak Investor Berinvestasi di Sektor Komoditas Berbasis Ekosistem

-Utama-
oleh

JAKARTA– Bupati Sigi, Mohamad Irwan menghadiri acara bertajuk Sustainable District Outlook Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta selepas memimpin jalannya Rapat Umum Anggota LTKL, Selasa (9/7/2024).

Sustainable District Outlook ini dihadiri oleh Dewan Pengurus LTKL, Kabupaten Anggota LTKL, para mitra LTKL baik dari kementerian/lembaga maupun sektor privat.

Sustainable District Outlook merupakan acara spesial dari LTKL yang akan mengekspos cerita baik dari kabupaten termasuk keberhasilan dan tantangan tentang kerja gotong royong yang melibatkan pemerintah kabupaten, mitra pembangunan serta orang muda dari seluruh anggota kabupaten berdasarkan pendekatan lima pilar pembangunan lestari LTKL.

Di acara bertemakan lingkungan ini, Kabupaten Sigi berkesempatan meluncurkan dokumen berjudul “Sigi Jurisdictional Investment Outlook”.

Dalam sambutannya, Bupati Sigi menyampaikan bahwa tujuan dari adanya dokumen ini sebagai panduan investasi berkelanjutan di wilayahnya.

Diharapkan kata dia, dapat menarik investor dengan inisiasi investasi unggulan Kabupaten Sigi, namun tetap memperhatikan ecological threeshold atau ambang batas daya dukung lingkungan.

FOTO: PROKOPIM PEMKAB SIGI

Dia menambahkan, Kabupaten Sigi selalu berkomitmen dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pendekatan yurisdiksi dan lanskap, yang dibuktikan dengan diterbitkannya Perda Sigi Hijau Tahun 2019 dan Perbup tentang Kemitraan Multi Pihak Sigi Hijau Tahun 2023.

Di tengah tantangan yang dihadapi dalam pembangunan dan proses pelestarian lingkungan, Bupati Sigi mengajak investor untuk bersama-sama tetap melihat peluang investasi di sektor komoditas berkelanjutan berbasis ekosistem seperti kakao, kopi dan vanili.

Di akhir sambutan, Bupati Sigi berharap dokumen ini dapat menjadi buku sakti bagi para investor untuk berinvestasi berkelanjutan di wilayahnya yang nantinya hal tersebut bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat lokal. CAL

Komentar