SIGI– Momen kebersamaan lintas iman terwujud dalam kegiatan Halal Bihalal Idul Fitri 1446 Hijriah dan Peringatan Paskah yang digelar di Desa Bulili, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), Sabtu (26/4/2025).
Kegiatan ini mengusung semangat moderasi beragama, mempererat persaudaraan dan kebhinekaan di tengah masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae dan Wakil Bupati (Wabup) Sigi Samuel Yansen Pongi, didampingi jajaran penting daerah seperti Ketua FKUB Provinsi Sulawesi Tengah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sigi, anggota DPRD Dapil Palolo-Nokilalaki, Penasehat Relawan Pemenangan, Ketua Koalisi Partai, Camat Nokilalaki, Forkopimcam.
Hadir pula Ketua Kerukunan Keluarga Seko, Kepala Desa Bulili, serta para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, dan warga setempat.
Dalam sambutannya, Bupati Rizal Intjenae menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi untuk terus memperhatikan kebutuhan pembangunan infrastruktur di Kecamatan Nokilalaki, meskipun saat ini terjadi efisiensi anggaran.
Dia menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah mendukung dan memenangkan pasangan Rizal-Samuel dalam pilkada serentak 2024 lalu.
“Konsentrasi kami saat ini ada di sektor pertanian, sesuai dengan program unggulan kami. Kami akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pertanian yang berkelanjutan,” ujar Bupati Rizal. Sementara itu, Wabup Samuel Yansen Pongi menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami menolak segala bentuk aktivitas pertambangan yang berdampak pada lingkungan dan melarang penanaman sawit di Kabupaten Sigi. Sebagai alternatif, pemerintah telah menyediakan 50.000 bibit durian untuk masyarakat,” tegasnya.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan musala SMKN 4 Sigi, sebagai simbol dukungan pemerintah terhadap penguatan nilai-nilai keagamaan dan pendidikan.
Acara semakin khidmat dengan ceramah agama dari Ketua FKUB Sulteng, yang mengangkat tema penting tentang moderasi beragama sebagai pilar keharmonisan di tengah keberagaman.
Dengan semangat kebersamaan, kegiatan ini menjadi contoh konkret bahwa perbedaan bukan penghalang, melainkan kekuatan untuk membangun Kabupaten Sigi yang damai, maju, dan religius. HAL














Komentar