Korban Tewas Akibat Gempa Magnitudo 6,0 di Poso Bertambah Satu, Ratusan Rumah Rusak

-Poso, Utama-
oleh

POSO– Korban tewas akibat gempa bumi tektonik dengan magnitudo 6,0 yang mengguncang wilayah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Ahad (17/8/2025) pagi pukul 06:38:52 Wita itu bertambah satu menjadi dua orang.

Hal itu berdasarkan data yang dirilis oleh pihak Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng pada Selasa (19/8/2025).

Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Akris Fattah Yunus mengatakan, korban meninggal dunia itu bernama Ernius Bambe (56) pada Selasa (19/8/2025) dini hari setelah sempat mendapat perawatan di RSUD Poso.

Sebelumnya satu korban meninggal dunia bernama Katrin Kande yang diketahui merupakan istri Ernius pada Ahad (17/8/2025) malam di RSUD Poso.

Kedua korban itu tewas setelah sebelumnya kritis di RSUD Poso akibat tertimpa reruntuhan bangunan gereja saat gempa terjadi.

Sementara itu, berdasarkan data yang dirilis oleh pihak Pusdalops BPBD Sulteng pada Selasa (19/8/2025), jumlah korban luka berat telah menjalani operasi di RSUD Poso. Tujuh korban lainnya mengalami luka ringan juga dalam perawatan di RSUD Poso.

Kemudian 10 korban luka ringan ditangani di Puskesmas Tokorondo. Sementara 12 korban luka ringan kini ditangani di lokasi oleh Dinas Kesehatan Poso, dan delapan warga lainnya yang mengalami luka ringan telah ditangani di Puskesmas Tangkura.

89 pasien di RSUD poso diungsikan ke tenda BPBD di halaman RSUD Poso.

Selain warga menjadi korban, pihak BPBD Sulteng juga mencatat sebanyak 194 unit rumah rusak, baik berat maupun ringan akibat gempa bumi berskala besar tersebut.

Ratusan rumah rusak itu terdapat di sejumlah desa Kecamatan Poso Pesisir seperti Masani, Bega, Tokorondo, Towu, Lape, Tangkura, dan Patiwunga.

Sementara rumah rusak akibat gempa juga terjadi di Kecamatan Poso Pesisir Utara seperti di Desa Kilo dan Maranda.

Tak hanya rumah, puluhan rumah ibadah, gedung sekolah dasar dan fasilitas kesehatan juga mengalami rusak akibat gempa tersebut.

Saat ini pihak BPBD tengah melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan aparat desa setempat.

Pihak BPBD menyebutkan, beberapa barang yang menjadi kebutuhan mendesak di lokasi gempa yakni tenda, terpal, lampu taktikal, selimut, alas tidur, makanan siap saji, perlengkapan bayi, obat-obatan, dan kendaraan operasional pendukung.

Hingga Selasa siang, jumlah gempa bumi susulan terjadi sebanyak 78 kali.

Sebelumnya diberitakan, gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah pada Ahad (17/8/2025) pagi pukul 06:38:52 Wita dengan magnitudo 6,0 yang berlokasi di 18 kilometer barat laut. HAL

Komentar