MAKASSAR– Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae menghadiri kegiatan Pertemuan dan Konsolidasi Regional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) se Sulawesi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada Sabtu (11/10/2025).
Kegiatan yang mengusung tema “Konsolidasi KAHMI Untuk Indonesia Maju” ini diselenggarakan sebagai ajang silaturahmi, konsolidasi, dan penguatan peran strategis alumni HMI dalam mendukung pembangunan nasional yang berkeadilan, berdaya saing, dan berorientasi pada kemajuan bangsa.
Pertemuan yang dihadiri oleh para alumni HMI dari berbagai daerah di Sulawesi tersebut juga menjadi momentum mempererat solidaritas antaralumni, memperkuat jejaring intelektual, serta mendorong kontribusi nyata KAHMI dalam berbagai sektor pembangunan daerah dan nasional.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah kepala daerah, tokoh masyarakat, dan pengurus KAHMI dari seluruh wilayah Sulawesi.
Salah satu agenda utama kegiatan adalah pelaksanaan Orasi Kebangsaan yang disampaikan oleh Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni.
Dalam orasinya, Raja Juli Antoni menekankan pentingnya peran alumni Himpunan Mahasiswa Islam sebagai agen perubahan dan perekat bangsa.
Dia menyampaikan bahwa KAHMI harus mampu menjadi kekuatan moral, intelektual, dan sosial yang berkontribusi dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika politik dan tantangan global.
Raja Juli Antoni juga mengutip semangat pemikiran Cendekiawan Muslim Nurcholish Madjid atau Cak Nur, dengan pesan “Islam Yes, Partai Islam No”, sebagai pengingat bahwa nilai-nilai Islam harus menjadi landasan moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, namun tidak harus diekspresikan secara eksklusif melalui wadah partai politik tertentu.
Dia menegaskan, perjuangan untuk kemajuan bangsa dapat dilakukan dari berbagai ruang pengabdian, baik di pemerintahan, akademisi, maupun organisasi sosial kemasyarakatan, selama berorientasi pada nilai kejujuran, integritas, dan keadilan.
Lebih lanjut, Menteri Kehutanan tersebut juga menyoroti pentingnya peran KAHMI dalam isu lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Dia mengajak seluruh alumni untuk ikut berkontribusi menjaga keseimbangan ekologi dan mendukung kebijakan pemerintah dalam upaya pelestarian hutan, pengendalian perubahan iklim, serta penguatan ekonomi hijau di daerah.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi seperti KAHMI sangat penting untuk mewujudkan pembangunan nasional yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Pertemuan dan Konsolidasi Regional KAHMI se Sulawesi ini diharapkan menjadi wadah strategis dalam memperkuat jaringan alumni, memperkokoh semangat persaudaraan, dan membangun komitmen bersama untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan daerah dan bangsa.
Kehadiran Bupati Sigi dalam kegiatan ini juga menunjukkan dukungan dan komitmen Pemerintah Kabupaten Sigi terhadap upaya penguatan peran organisasi intelektual seperti KAHMI dalam mendorong pembangunan sumber daya manusia, memperluas wawasan kebangsaan, serta mempererat kerja sama antarwilayah di kawasan Sulawesi.
Melalui kegiatan ini, semangat “Konsolidasi KAHMI Untuk Indonesia Maju” diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus berperan aktif dalam menjaga persatuan, memperkuat nilai-nilai keislaman yang moderat, dan membangun Indonesia yang maju, adil, serta berkeadilan sosial. HAL











Komentar