Sarifuddin Sudding Kembali Minta Kakorlantas Polri Berlakukan SIM Seumur Hidup

-Nasional, Utama-
oleh

JAKARTA– Anggota Komisi III DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Tengah (Sulteng), Sarifuddin Sudding kembali meminta Kakorlantas Polri Irjen Polisi Agus Suryonugroho agar memberlakukan Surat Izin Mengemudi (SIM) seumur hidup.

“Selalu saya minta, selalu saya tantang Kakorlantas supaya SIM ini jangan lagi ada perpanjangan, diberlakukan seumur hidup untuk masyarakat. Jadi sama dengan KTP, cukup sekali saja,” tegas Sarifuddin Sudding dalam Rapat Komisi III DPR bersama Korlantas Polri dan Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) se Indonesia di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/11/2025) sebagaimana ditayangkan di YouTube akun resmi Komisi III DPR RI.

Karena kata dia, untuk SIM dari sisi PNBP atau Penerimaan Negara Bukan Pajak tidak signifikan buat institusi kepolisian.

Sarifuddin Sudding menuturkan, ketika pihak Korlantas menetapkan bahwa SIM berlaku seumur hidup, maka tentunya hal itu sangat membantu masyarakat, terlebih PNBPnya pun tidak signifikan.

Dia juga menyoroti terkait pengadaan di Korlantas sedapat mungkin dimaksimalkan untuk menggunakan produk dalam negeri sebagaimana juga harapan Presiden Prabowo Subianto seperti produk BPKB dan STNK yang bahan materialnya diimpor, padahal itu bisa diambil di Peruri (Percetakan Uang Republik Indonesia).

“Uang kita aja itu dicetak di Peruri pak. Kenapa vendor atau Korlantas harus menggunakan dari luar negeri, itukan bahannya mahal dan bebannya kepada masyarakat,” katanya.

Hal seperti ini kata dia, perlu diminimalisir agar wajah Korlantas Polri mendapatkan respon positif dari masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Sarifuddin Sudding juga menyatakan dukungannya sejak lama agar Kakorlantas dinaikkan statusnya.

“Bapak seharusnya bintang tiga disini, sama dengan Kakorbrimob, supaya gagah. Mudah-mudahan ini bisa didengar. Saya akan memberikan masukan supaya Korlantas dinaikkan statusnya,” tuturnya.

Sebelumnya Sarifuddin Sudding juga mengapresiasi kinerja Kakorlantas Polri beserta jajaran dalam penanganan lalu lintas.

Menurutnya, lalu lintas merupakan urat nadi kehidupan, dimana setiap orang bergerak dan beraktivitas dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Ada pergerakan berarti ada lalu lintas. Orang keluar rumah pasti ada lalu lintas. Karenanya wajah polantas sangat dekat dengan masyarakat. Baik buruknya institusi kepolisian itu ada di lalu lintas,” katanya.

Sebelumnya terdapat banyak aduan terkait masalah lalu lintas. Namun, saat ini aduan-aduan tersebut sudah memberikan dampak yang baik dan mulai bergeser dari unit lalu lintas.
“Pergeseran pengaduan dan keluhan masyarakat bukan lagi di lalu lintas, tapi ada di unit-unit lain di institusi polisi,” katanya.

“Saya kira di bawah kepemimpinan Pak Agus dengan penjelasan yang baik tadi, sangat komprehensif, saya juga baru mendapatkan penjelasan seperti itu selama saya di Komisi III,” ujar Sarifuddin Sudding yang disambut tepuk tangan peserta rapat.

Pernyataan itu disela oleh Wakil Ketua Komisi III DPR Rano Alfath karena Sarifuddin Sudding dinilai sosok yang jarang memuji. Namun hal itu berbeda saat rapat dengan Korlantas dan Dirlantas.

“Saya jarang memberikan apresiasi Pak Agus. Saya lebih banyak memberikan kritikan, tapi kali ini saya melihat bahwa apa yang dilakukan Pak Agus dan kawan-kawan terkait lalu lintas ini cukup baik,” ujar politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Dia menyebutkan, beberapa langkah-langkah, inovasi dan terobosan yang Korlantas beserta jajarannya lakukan juga memberikan hasil positif, serta mempermudah masyarakat dalam pelayanan seperti penggunaan aplikasi Signal dan Sinar.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PAN Sulteng itu pun mengapresiasi kinerja Korlantas menyangkut penanganan lalu lintas, dimana angka kecelakaan menurun pada semester I 2025.

Kemudian menyangkut masalah kemacetan pada setiap Natal dan Tahun Baru, seringkali ditemui di berbagai wilayah Tanah Air.

“Tapi kalau di dapil saya, Sulawesi Tengah, hampir tidak ada macet. Mana Dirlantasnya? Sulawesi Tengah aman pak, karena hampir tidak ada kemacetan disana. Dirlantas baik, tapi perlu diperhatikan pak kendaraan operasionalnya,” katanya sembari menyapa Dirlantas Polda Sulteng, Kombes Polisi Atot Irawan yang berkesempatan hadir dalam rapat.

“Kemarin Pak Firman (mantan Korlantas) saya mintakan kendaraan operasional karena Sulteng pernah mendapatkan musibah dan banyak kendaraan operasional (rusak berat), pak Agus tolong diperhatikan pak, segera kirim pak,” kata Sarifuddin Sudding yang kembali berharap agar pihak Korlantas terus melakukan perbaikan dan inovasi demi masyarakat dalam hal tertib berlalu lintas. CAL

Komentar

News Feed