PALU– Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Brigjen Polisi Ferdinand Maksi Pasule siap menindak tegas para bandar narkoba di wilayahnya dengan tembak di tempat.
“Kalau memang ada informasi yang akurat dan A1 terkait bandar narkoba ini, saya siap untuk tembak ditempat, apalagi kalau ada perlawanan,” katanya saat konferensi pers akhir tahun di kantornya, Jalan Soekarno Hatta, Kota Palu, Jumat (19/12/2025) sore.
Ferdinand memaparkan kinerja BNN Sulteng di bawah kendalinya sepanjang Januari hingga Desember 2025, dimana berhasil mengungkap 34 kasus dengan 27 diantaranya sudah dinyatakan P21.
Dalam pengungkapan kasus itu, pihak BNN Sulteng menangkap dan menahan sebanyak 47 orang tersangka, terdiri dari 39 orang laki-laki dan delapan perempuan.
Adapun barang bukti disita yakni sabu-sabu seberat 1.195 gram, ganja 2.699 gram, uang tunai Rp169.124.000, empat sepeda motor, mobil satu unit.
Dia menuturkan, pengungkapan tersebut mencerminkan bahwa peredaran narkoba di Indonesia masih menjadi ancaman serius, dengan modus operandi yang semakin beragam dan terorganisir.
Menurutnya, jaringan narkotika memanfaatkan jalur darat, laut, dan udara, termasuk teknologi digital dan sistem transaksi non-tunai untuk menghindari deteksi aparat penegak hukum.
Dia mengatakan, langkah pemberantasan tidak akan menghasilkan dampak signifikan jika tidak diimbangi dengan upaya pengurangan permintaan narkoba melalui langkah pencegahan, pemberdayaan masyarakat dan rehabilitasi.
Untuk upaya pencegahan, BNN Sulteng terus melakukan informasi dan edukasi berupa tatap muka secara langsung maupun daring, melalui media cetak dan media elektonik.
Informasi dan edukasi berupaya sosialisasi bahaya narkoba ke berbagai lapisan masyarakat mulai dari instansi pemerintah, swasta, kelompok organisasi masyarakat, instansi pendidikan dan perguruan tinggi, serta kelompok-kelompok masyarakat.
Dia menyebutkan, sejumlah program yang dilakukan oleh BNN Sulteng melalui bidang pencegahan seperti Pencanangan Desa Bersinar, Program Pelatihan Ketahanan Keluarga dan Pelatihan Soft Skill yang semua lokasinya terpusat di Kelurahan Kayumalue Pajeko.
Dalam rangka upaya penyelamatan para penyalahguna dari jeratan narkoba, pihak BNN Sulteng terus melakukan upaya rehabilitasi.
Di tahun 2025, upaya rehabilitasi yang menjadi program prioritas nasional adalah terbentuknya Intervensi Berbasis Masyarakat atau IBM.
BNN Sulteng membentuk IBM di Desa Kotarindau, Kabupaten Sigi. Upaya rehabilitasi ini ditujukan bagi korban penyalahguna dengan status ringan.
Selama 2025, mereka telah berhasil melakukan pemulihan sebanyak lima orang seperti yang ditargetkan.
Selain melalui upaya IBM, BNN Sulteng melalui Klinik Mosipakabelo tetap memberikan rehabilitasi rawat jalan selama tahun 2025.
Jumlah klien yang telah menjalani rehabilitasi adalah 129 orang dari target 74 orang. Sementara jumlah klien yang menjalani pascarehabilitasi adalah sebanyak 26 orang dari target 70 orang.
Untuk menguatkan perlawanan terhadap narkoba, BNN Sulteng terus membangun sinergi dengan seluruh pihak di wilayahnya melalui kerja sama.
Olehnya Ferdinand terus mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta perang melawan narkoba guna mewujudkan Indonesia Bersinar. CAL










Komentar