PALU– Pagi itu, aula SMA Negeri 4 Palu, Sulawesi Tengah tidak sekadar menjadi ruang belajar. Di antara deretan bangku dan wajah-wajah muda yang penuh harap, pesan tentang keselamatan hidup ditanamkan dengan cara yang sederhana namun bermakna.
Rabu (14/1/2026), jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Palu hadir menyapa para pelajar, membawa pesan bahwa jalan raya bukan sekadar lintasan, melainkan ruang yang menuntut kesadaran dan tanggung jawab.
Kegiatan ini dilaksanakan di bawah komando Kapolresta Palu, Kombes Polisi Hari Rosena yang baru memegang amanah sebagai Kapolresta Palu sejak awal tahun 2026, menunjukkan komitmen kepolisian dalam mendekatkan diri dengan masyarakat, terutama generasi muda dalam upaya menciptakan budaya tertib berlalu lintas.
Melalui program Polantas Menyapa yang dikemas dalam kegiatan Police Goes To School, Unit Keamanan dan Keselamatan Satlantas Polresta Palu memberikan edukasi langsung kepada siswa dan siswi SMA Negeri 4 Palu.
Suasana berlangsung hangat dan interaktif. Para pelajar diajak memahami arti penting tertib berlalu lintas, mengenali rambu-rambu, serta menyadari batas kelayakan dalam mengendarai sepeda motor di jalan umum.
Dalam kegiatan itu, sosialisasi disampaikan oleh personel Satlantas yang dipimpin oleh Kepala Satlantas Polresta Palu, AKP Atmaji Sugeng Wibowo. Edukasi ini berlangsung sejak pukul 09.00 Wita hingga selesai.
Dengan bantuan perangkat sederhana seperti pengeras suara, laptop, dan proyektor, materi disampaikan secara komunikatif agar mudah dipahami oleh para siswa.
Tak hanya sekadar membahas aturan, para personel satlantas juga menanamkan kesadaran bahwa keselamatan adalah pilihan yang harus diambil setiap hari.
Para siswa diingatkan agar tidak mengendarai sepeda motor ke sekolah bagi yang belum memiliki SIM serta selalu menggunakan helm, termasuk saat dibonceng. Pesan ini bukan sekadar imbauan formal, tetapi panggilan nurani untuk menjaga satu sama lain di jalan.
Kapolresta Palu melalui Kepala Satlantas menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya preventif untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan pelajar.
Edukasi sejak dini dinilai sebagai langkah strategis untuk membangun budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan di Kota Palu.
Menurutnya, pelajar bukan hanya pengguna jalan hari ini, tetapi juga penentu wajah lalu lintas di masa depan.
Dengan pemahaman yang baik, mereka diharapkan mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Penyerahan helm keselamatan secara simbolis, sebuah penanda bahwa keselamatan bukan sekadar wacana, melainkan komitmen bersama yang harus dijaga.
Di ruangan itulah, benih-benih kesadaran berlalu lintas disemai, demi Palu yang lebih aman dan beradab di jalan raya. CAL















Komentar