571 Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Palu Ikut PKLT di 10 RS Sulteng

-Kota Palu, Utama-
oleh

PALU– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) melepas 571 mahasiswa Poltekkes Kemenkes Palu untuk mengikuti Praktik Kerja Lapangan Terpadu (PKLT) bersama mahasiswa kedokteran Universitas Tadulako (Untad) dan Universitas Alkhairaat (Unisa) di 10 rumah sakit (RS) yang tersebar di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, Poso, Luwuk dan Tolitoli.

Prosesi pelepasan berlangsung secara hybrid dilaksanakan di Gedung Pogombo pada Jumat (30/1/2026) siang.

Ditandai pemasangan jas almamater Poltekkes Kemenkes Palu dan jas dokter bagi perwakilan mahasiswa kedokteran Untad dan Unisa.

Gubernur dalam sambutannya yang disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan Wayan Apriani, mengapresiasi pelaksanaan PKLT sebagai tahapan penting dalam penyiapan sumber daya manusia kesehatan berdaya saing, profesional dan berorientasi pelayanan.

“Semoga seluruh rangkaian PKLT berjalan lancar, aman dan memberi dampak nyata, menguatkan kepercayaan masyarakat, memperbaiki kualitas pelayanan dan mendukung berani sehat,” ucapnya.

Lewat kolaborasi interprofesi dalam pelayanan kesehatan khususnya bagi pasien jantung yang jadi lokus PKLT, diharapkan jadi pengungkit untuk mengantarkan masyarakat Sulteng menikmati pelayanan kesehatan terbaik.

“Ini momen yang sangat baik bagi semua civitas akademik kesehatan untuk bergandeng tangan agar pelayanan jantung yang unggul bisa terwujud di Sulawesi Tengah,” kata dia menambahkan.

Sementara itu, Direktur MH Supriadi B menegaskan, PKLT berbasis kolaborasi interprofesi ini, merupakan hal baru yang pertama kali digagas oleh Poltekkes Kemenkes Palu.

Tujuan utamanya kata direktur, agar mahasiswa tak hanya fokus pada tindakan teknis kepada pasien tetapi juga aktif berkomunikasi dan diskusi dengan interprofesi kesehatan di RS.

“Kami harapkan (PKLT) dapat meningkatkan mutu pelayanan di 10 rumah sakit yang dipilih,” ungkapnya.

Di bagian lain, Wakil Direktur I Nurjaya melaporkan tema PKLT yang diusung adalah, Kolaborasi Multidisiplin Berbasis IPE dan IPC Dalam Pelayanan Holistik Pasien Jantung di Rumah Sakit Sulawesi Tengah.

IPE atau Interprofessional Education, merupakan metode pembelajaran kolaboratif antar mahasiswa profesi kesehatan berbeda, yang diikuti dengan IPC atau Interprofessional Collaboration, atau praktik kolaborasi langsung di RS.

“Harapan kami mahasiswa mampu menerapkan nilai-nilai dan etika interprofesi, tanggungjawab profesi, komunikasi interprofesi dan kerjasama tim dalam melaksanakan PKLT,” ujarnya sebagai manifestasi dari metode IPE dan IPC.

Turut hadir dalam acara tersebut, perwakilan dari 10 rumah sakit tujuan PKLT, perwakilan fakultas kedokteran Untad dan Unisa serta mitra terkait. LAH

Komentar