JAKARTA– Bermain drum sering kali dianggap hanya sebagai aktivitas fisik yang mengandalkan kekuatan otot dan stamina. Namun, berbagai penelitian terbaru mengungkapkan bahwa menabuh drum sebenarnya adalah salah satu latihan otak yang paling intens.
Berbeda dengan instrumen lain, drum menuntut koordinasi motorik yang secara langsung mengubah struktur dan fungsi otak. Berikut adalah manfaat bermain drum bagi kesehatan otak berdasarkan literatur ilmiah.
Manfaat main drum bagi otak
1. Mempertajam Koneksi Belahan Otak
Pemain drum dituntut untuk melakukan gerakan berbeda di setiap anggota gerak secara bersamaan (inter-limb coordination). Hal ini ternyata memberikan dampak permanen pada otak.
Menurut studi yang diterbitkan dalam jurnal Brain and Behavior (2019), pemain drum profesional memiliki struktur corpus callosum, kumpulan serat saraf yang menghubungkan otak kiri dan kanan, yang lebih tebal dan terorganisir.
Hal ini membuat transfer informasi antar belahan otak menjadi lebih efisien dan cepat dibandingkan orang yang tidak bermain instrumen.
2. Efisiensi Saraf
Riset di Ruhr-Universität Bochum menemukan meskipun pemain drum melakukan gerakan motorik yang sangat kompleks, otak mereka justru menunjukkan aktivitas yang lebih sedikit dibandingkan orang awam. Hal ini menandakan adanya efisiensi saraf yang luar biasa.
“Kebanyakan orang hanya bisa melakukan tugas motorik halus dengan satu tangan dan mengalami kesulitan dalam mengoordinasikan kedua tangan pada saat yang bersamaan. Pemain drum dapat melakukan hal-hal yang tidak mungkin dilakukan oleh orang yang tidak terlatih,” tutur peneliti studi Sebastian Beste dikutip dari Medical News Today.
3. Memicu Pelepasan Endorfin Alami
Berdasarkan eksperimen yang dipublikasikan dalam jurnal Evolutionary Psychology (2012), aktivitas bermusik secara aktif terutama instrumen ritmis seperti bermain drum memicu pelepasan endorfin yang jauh lebih tinggi dibandingkan hanya mendengarkan musik secara pasif.
Hal ini meningkatkan ambang batas rasa sakit (pain threshold) dan menciptakan perasaan euforia yang stabil.
4. Meningkatkan Sistem Imun dan Mengurangi Stres
Menabuh drum ternyata bukan hanya melepaskan emosi, tapi juga memperbaiki kondisi biologis tubuh.
Sebuah studi kolaboratif yang dimuat dalam jurnal PLOS ONE berjudul Effects of Group Drumming Interventions on Anxiety, Depression, Social Resilience and Inflammatory Immune Response among Mental Health Service Users menunjukkan bahwa kegiatan bermain drum berkelompok (group drumming) secara signifikan menurunkan kadar hormon stres (kortisol).
Lebih lanjut, penelitian tersebut menemukan bahwa aktivitas ini meningkatkan respons sistem imun dan menciptakan ketahanan sosial, yang sangat efektif bagi individu yang mengalami depresi atau kecemasan.
Sains sudah membuktikan bahwa drum adalah investasi terbaik untuk efisiensi saraf dan kesehatan mental jangka panjang.
(sumber: detik.com)










Komentar