DONGGALA– Upaya pencarian terhadap dua korban kecelakaan Kapal KLM Nur Ainun Balqis yang hilang tenggelam dan belum ditemukan di Perairan Selat Makassar, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, dihentikan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Palu, Muh Rizal, Senin (23/2/2026) mengatakan, dari operasi tim SAR gabungan selama sepekan belum ada tanda-tanda korban ditemukan alias nihil.
Dia menuturkan, tim SAR gabungan bersama pihak keluarga dan pemerintah setempat bermusyawarah serta menyepakati bahwa operasi dihentikan, dilanjutkan dengan pemantauan.
“Apabila ada tanda-tanda dari korban, maka operasi SAR akan dibuka kembali. Unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih,” katanya.
Sebelumnya pihak KPP Palu menerima informasi tenggelamnya kapal dari Rahmat, seorang anggota Polairud Donggala pada (16/2/2026) pukul 17.55 Wita.
Lokasi kejadian di Perairan Selat Makassar, Donggala pada koordinat LKP 0°0’30.30″S-119°17’6.42″E Heading 328° arah utara dari Dermaga KN SAR Baladewa.
Kronologi kejadian pada Kamis (12/2/2026) pukul 02.00 Wita KLM Nur Ainun Balqis dengan penumpang lima orang berangkat dari Pelabuhan Nunukan dengan tujuan pelabuhan orange, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.
Setelah memasuki perairan Selat Makassar, kapal dihantam ombak besar hingga mengalami oleng dan akhirnya tenggelam. Seluruh penumpang melompat menyelamatkan diri dari kapal.
Kemudian pada Ahad (15/2/2026) malam sekira pukul 20.00 Wita kapal nelayan mitra dari Kabupaten Donggala menemukan tiga korban dalam keadaan selamat. Sementara dua orang lainnya hilang.
Tiga korban penumpang yang selamat itu bernama Saharudin (47), Muh Alwi (32), dan Muksin (47).
Sementara dua penumpang lainnya yang hilang dan saat ini belum ditemukan diketahui bernama Gus Wan (47) dan Adam (20). HAL












Komentar