PALU– Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) mulai mematangkan persiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Kesiapan Operasi Ketupat Tinombala 2026 di sebuah hotel Jalan Malonda, Kota Palu pada Selasa (10/3/2026).
Rakor yang dipimpin oleh Kapolda Sulteng, Irjen Polisi Endi Sutendi itu dihadiri pejabat unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Dalam kesempatan itu, sejumlah instansi terkait memaparkan kesiapan dukungan dalam operasi pengamanan lebaran tersebut, di antaranya Pertamina, PLN, Basarnas, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sutleng, Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, serta Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulteng.
Dalam sambutannya, Kapolda Sulteng menyampaikan bahwa Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah merupakan agenda nasional yang setiap tahun memicu peningkatan mobilitas masyarakat secara signifikan.
“Momentum Idul Fitri ini dimanfaatkan masyarakat untuk beribadah, bersilaturahmi, berlibur, dan berkumpul bersama keluarga. Hal ini tentu berdampak pada meningkatnya aktivitas dan pergerakan masyarakat secara masif,” ujarnya.
Kapolda juga mengungkapkan, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan RI, potensi pergerakan masyarakat selama masa mudik lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 50,6 persen dari total populasi atau sekitar 143,9 juta orang.
Karena itu kata kapolda, Rakor Lintas Sektoral ini dinilai penting untuk memperkuat koordinasi antar instansi sekaligus mengevaluasi kesiapan pengamanan, termasuk rekayasa lalu lintas serta langkah-langkah antisipasi lainnya guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Dalam Operasi Ketupat Tinombala 2026 ini, pihaknya mengungkapkan akan mengerahkan 3.739 personel gabungan, yang terdiri dari 1.566 personel Polri, 399 personel TNI, dan 1.774 personel dari instansi serta stakeholder terkait.
Dia juga mengungkapkan, operasi kepolisian terpusat itu akan berlangsung selama 13 hari kedepan, mulai dari 13 hingga 25 Maret 2026 mendatang.
Untuk menunjang pengamanan, Kapolda Endi juga menuturkan akan mendirikan 92 pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di seluruh wilayah hukum Polres/Ta jajaran.
“Pos tersebut terdiri dari 58 Pos Pengamanan (Pos Pam) yang difokuskan pada pengaturan arus lalu lintas, pencegahan tindak pidana, serta penanganan gangguan keamanan,” sebutnya.
Kemudian kata dia, 19 Pos Pelayanan (Pos Yan) yang menyediakan berbagai layanan bagi masyarakat, seperti informasi perjalanan, bantuan medis, hingga tempat istirahat bagi para pemudik.
Sementara itu, untuk 15 Pos Terpadu akan dioperasikan bersama lintas instansi untuk memberikan pelayanan terintegrasi, termasuk pemeriksaan kesehatan pengemudi guna mencegah kecelakaan lalu lintas.
“Seluruh pos tersebut akan mengamankan 4.630 objek pengamanan, meliputi masjid, lokasi pelaksanaan salat Idul Fitri, terminal, pelabuhan, bandara, pusat perbelanjaan, hingga tempat wisata yang diprediksi ramai dikunjungi masyarakat,” jelasnya.
Dalam arahannya, Kapolda Endi juga menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam menyukseskan Operasi Ketupat Tinombala 2026.
Dia meminta seluruh instansi segera melakukan inventarisasi potensi kerawanan serta menyiapkan langkah-langkah antisipasi sejak dini.
Selain itu, kapolda juga mengingatkan agar seluruh stakeholder meningkatkan koordinasi dan menghilangkan ego sektoral, dengan mengedepankan komunikasi, kolaborasi, serta kerja sama lintas instansi.
Pengawasan distribusi bahan pokok dan ketersediaan bahan bakar minyak turut menjadi perhatian guna menjaga stabilitas harga dan mencegah kelangkaan selama periode Lebaran.
Tak hanya itu, pengamanan juga akan difokuskan di sejumlah titik strategis seperti masjid, lokasi salat Idul Fitri, pusat perbelanjaan, kawasan wisata, serta area transportasi publik seperti pelabuhan, terminal, dan bandara.
Dia juga mengingatkan seluruh pihak untuk mengantisipasi potensi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor akibat cuaca ekstrem, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kejahatan dan potensi aksi terorisme.
“Melalui koordinasi lintas sektoral ini, diharapkan pelaksanaan Operasi Ketupat Tinombala 2026 di wilayah Sulawesi Tengah dapat berjalan aman, lancar, dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah,” tuturnya. CAL











Komentar