Pertama Kali, Iran Serang Israel dengan Rudal Canggih Sejjil

-Internasional, Utama-
oleh

IRAN– Rudal Sejjil mulai diluncurkan Iran untuk pertama kalinya sejak serangan ke Israel. Rudal balistik jarak jauh itu terbilang canggih dan sulit dideteksi.

Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengumumkan bahwa rudal tersebut diluncurkan sebagai bagian dari salah satu operasi militernya terhadap Israel. Penggunaan Sejjil ini menandakan peningkatan signifikan dalam kemampuan persenjataan yang dimiliki Iran selama konflik saat ini.

Rudal Sejjil, yang merupakan salah satu senjata strategis utama dalam arsenal militer Iran, memiliki jangkauan sekitar 2.000 hingga 2.500 kilometer, sehingga dapat menjangkau sebagian besar wilayah Israel dari dalam Iran, seperti yang dikutip dari laman Palestinechronicle pada Senin (16/3/2026).

Peluncuran rudal ini menandai penggunaan Sejjil secara operasional untuk pertama kalinya dalam perang yang pecah setelah serangan militer Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada akhir Februari lalu.

Sejumlah laporan media menyebutkan bahwa peluncuran Sejjil berlangsung bersamaan dengan gelombang serangan rudal lainnya yang menargetkan wilayah Israel.

Sistem pertahanan udara Israel telah dikerahkan untuk mencegat beberapa proyektil yang masuk, dan sirene peringatan terdengar di berbagai kota.

Para analis berpendapat bahwa penggunaan Sejjil menunjukkan kesiapan Iran untuk mengerahkan persenjataan jarak jauh yang lebih canggih dalam konflik ini.

Rudal berbahan bakar padat seperti Sejjil memiliki keunggulan dalam hal waktu peluncuran yang lebih cepat dibandingkan dengan rudal berbahan bakar cair, sehingga lebih sulit untuk dideteksi dan dicegat.

Sejak konflik meningkat, Iran dilaporkan telah meluncurkan ratusan rudal dan drone ke arah Israel sebagai bagian dari kampanye militernya.

Dengan eskalasi terbaru ini, kekhawatiran internasional semakin meningkat bahwa konflik antara Iran dan Israel dapat meluas menjadi perang regional yang lebih besar, terutama dengan keterlibatan Amerika Serikat dan meningkatnya ketegangan di beberapa front di kawasan Timur Tengah.

(sumber: merdeka.com)

Komentar