PALU– Sekretaris Kota (Sekkot) Palu, Irmayanti Pettalolo mewakili Walikota Hadianto Rasyid secara resmi menutup penyelenggaraan Weekend Ramadhan Night yang berlangsung di kawasan lokasi Car Free Day, Jalan Mohammad Yamin pada Ahad (15/3/2026).
Kegiatan Weekend Ramadhan Night merupakan program perdana yang dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Palu setiap Sabtu dan Ahad selama Bulan Suci Ramadhan, sebagai pengganti kegiatan Car Free Day yang biasanya digelar pada hari Ahad pagi.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Kota Palu, Zulkifli dalam laporannya menyampaikan, jumlah pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terlibat dalam kegiatan tersebut pada tahun ini mencapai 161 UMKM.
Dia mengatakan, sejak pertama kali dilaksanakan pada 21 Februari hingga 14 Maret 2026, kegiatan ini telah mencatat perputaran uang yang cukup besar.
“Jumlah omzet yang diraih sejak pertama kali kegiatan ini dilaksanakan mencapai sekitar Rp845 juta. Kalau diperkirakan dengan malam ini bisa hampir Rp1 miliar atau sekitar Rp900-an juta, karena rata-rata omzet per malam sekitar Rp100 juta lebih,” sebutnya.
Sementara itu, Sekkot Irmayanti dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan Weekend Ramadhan Night lahir dari gagasan spontan pemerintah daerah untuk memastikan para pedagang yang biasanya berjualan saat Car Free Day tetap mendapatkan kesempatan berusaha selama Bulan Suci Ramadan.
Menurutnya, ide tersebut langsung direspons cepat oleh perangkat daerah terkait, sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik.
“Memang kegiatan ini lahir secara dadakan dari ide bagaimana para pedagang yang biasa berjualan di Car Free Day tidak kehilangan pendapatannya selama Ramadan. Alhamdulillah langsung direspons cepat dan ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Kota Palu,” ungkapnya.
Dia juga menyampaikan, Pemkot Palu berencana untuk kembali melaksanakan kegiatan serupa pada Ramadan tahun mendatang, dengan catatan dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tahun ini.
“InsyaAllah tahun depan kita laksanakan lagi. Jadi kepada Kepala Dinas UMKM silakan dilakukan evaluasi selama pelaksanaan tahun ini,” tuturnya.
Dia mengungkapkan rasa syukur atas capaian perputaran ekonomi selama kegiatan berlangsung yang hampir mencapai Rp1 miliar, serta retribusi daerah yang diperoleh sekitar Rp10 juta.
“Alhamdulillah putaran uang hampir mencapai satu miliar rupiah, dan retribusi yang didapatkan sekitar sepuluh juta rupiah. InsyaAllah ke depan bisa berkali-kali lipat,” ujarnya.
Sekkot berharap kegiatan ini dapat terus mendorong peningkatan pendapatan para pelaku UMKM di Kota Palu sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati suasana malam di kota tersebut.
“Karena Jalan Mohammad Yamin sudah tertata dengan baik, ini sudah menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati suasana malam di Kota Palu,” katanya.
Selain itu, dalam kesempatan yang sama juga diberikan apresiasi kepada sejumlah pelaku UMKM yang berhasil mencatatkan capaian transaksi tertinggi menggunakan sistem pembayaran digital QRIS selama kegiatan berlangsung. HAL












Komentar