PT CPM dan Islamic Relief Indonesia Ajak 50 Anak Yatim Belanja Lebaran di PGM

-Kota Palu, Utama-
oleh

PALU– PT Citra Palu Minerals (CPM) bekerja sama dengan organisasi kemanusiaan Islamic Relief Indonesia menggelar kegiatan sosial berupa belanja kebutuhan Lebaran dan buka puasa bersama anak yatim dan duafa di Palu Grand Mall (PGM), Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Ramadan 1447 Hijriah ini melibatkan puluhan anak yatim dari berbagai wilayah di Kota Palu, Senin (16/3/2026).

Sebanyak 50 anak yatim mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan program belajar bersama, kemudian dilanjutkan dengan belanja kebutuhan Lebaran di pusat perbelanjaan tersebut, serta ditutup dengan acara buka puasa bersama.

Superintendent Program PPM-CSR PT CPM, Rahyunita Handayani mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat, khususnya anak-anak yatim di wilayah sekitar operasional perusahaan.

“Kami dari PT CPM sangat mengucapkan terima kasih. Kali ini kami berkolaborasi untuk menjalankan kegiatan Ramadan 1447 Hijriah berupa santunan bagi anak yatim piatu,” ujar Rahyunita.

Dia menjelaskan, program tersebut diprioritaskan bagi anak-anak yang berada di wilayah ring dua perusahaan, khususnya di Kota Palu dan sekitarnya.

Dari total peserta, sekitar 40 anak mendapat dukungan langsung dari PT CPM untuk mengikuti kegiatan tersebut.

“Kurang lebih ada sekitar 40 anak yang kami support untuk kegiatan ini. Kami berharap dengan adanya kegiatan ini, keberadaan CPM di tengah masyarakat Kota Palu bisa memberikan arti, khususnya di Bulan Ramadan ini,” tuturnya.

Rahyunita juga menyampaikan, kegiatan sosial seperti ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sebelumnya, PT CPM juga pernah melaksanakan kegiatan sosial lainnya, termasuk program kurban bersama. “Harapan kami dengan terselenggaranya kegiatan ini, ke depannya PT CPM bisa selalu hadir di Kota Palu untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Yayasan Rekeed Islami Indonesia (YRID), Fahmi Rahmat menjelaskan, anak-anak yang terlibat dalam kegiatan ini bukan berasal dari panti asuhan, melainkan anak yatim yang tinggal bersama keluarga atau wali mereka.

“Hari ini adalah kegiatan belajar bersama dengan anak yatim. Ini bukan anak dari panti, tetapi anak-anak yatim yang tinggal bersama keluarganya,” jelas Fahmi.

Menurutnya, pendekatan ini dipilih karena pada prinsipnya anak yatim tetap perlu mendapatkan perhatian dan dukungan meskipun mereka tinggal bersama keluarga.

“Kami fokus kepada mereka yang tinggal bersama keluarga karena pada prinsipnya anak yatim harus tetap tinggal bersama walinya,” tuturnya. CAL

Komentar