Sambut Haul Guru Tua ke 58, Festival Raudhah Resmi Dibuka Selama Tiga Hari

-Kota Palu, Utama-
oleh

PALU– Wakil Wali Kota (Wawali) Palu, Imelda Liliana Muhidin bersama sejumlah pejabat dan unsur terkait, secara simbolis membuka pelaksanaan Festival Raudhah Tahun 2026 yang dipusatkan di Kawasan Religi, Jalan SIS Aljufri, Kota Palu, Sabtu (28/3).

Pembukaan festival ditandai dengan pemukulan gimba oleh Wawali Imelda didampingi Sekretaris Kota Palu Irmayanti Pettalolo, Ketua TP-PKK Kota Palu Diah Puspita, unsur forkopimda, pihak Alkhairaat, serta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat lainnya.

Festival yang mengangkat tema “Spirit dan Energi Membangun Akhlak Bangsa” ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 Maret 2026.

Tahun ini menjadi momentum istimewa, karena merupakan tahun ke 16 sejak 2010 Pemerintah Kota (Pemkot) Palu turut terlibat aktif dalam pelaksanaan Festival Raudhah, yang menjadi bagian dari rangkaian Haul ke 58 Habib Sayyid Idrus bin Salim Aljufri, atau yang lebih dikenal sebagai Guru Tua.

Dalam sambutannya, Wawali Imelda menyampaikan salam hangat sekaligus permohonan maaf dari Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid yang berhalangan hadir pada kesempatan tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kota Palu, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya Raudhah Festival 2026 ini, yang merupakan bagian dari rangkaian Haul ke 58 Guru Tua, Habib Sayyid Idrus bin Salim Aljufri,” ujar wawali.

Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar ajang seremonial, tetapi menjadi momentum penting untuk mengenang, meneladani, dan melanjutkan perjuangan Guru Tua dalam menyebarkan dakwah Islam, pendidikan, serta nilai-nilai keilmuan dan akhlak mulia.

Dia menegaskan, Guru Tua merupakan sosok ulama besar yang telah memberikan kontribusi luar biasa bagi perkembangan pendidikan Islam, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

“Melalui Alkhairaat, beliau telah mencetak generasi-generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam iman dan akhlak,” katanya.

Wawali berharap melalui Raudhah Festival ini, nilai-nilai perjuangan Guru Tua dapat terus diwariskan kepada generasi muda, sehingga mampu melahirkan penerus bangsa yang berintegritas, berilmu, dan berakhlak mulia.

Pemkot Palu kata dia, senantiasa mendukung berbagai kegiatan keagamaan dan pendidikan seperti ini.

Karena kata dia, pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada pembangunan karakter dan spiritual masyarakat.

“Melalui kegiatan ini pula, kita harapkan dapat mempererat ukhuwah islamiyah, memperkuat persatuan, serta menjaga keharmonisan di tengah masyarakat Kota Palu yang kita cintai bersama,” tuturnya.

Festival Raudhah SIS Aljufri 2026 diharapkan dapat berjalan lancar serta membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam meneladani perjuangan Guru Tua. HAL

Komentar