PALU– Ketua Tim Penggerak PKK Kota Palu yang juga Bunda Literasi Kota Palu, Diah Puspita menghadiri sekaligus menjadi juri pada Malam Puncak Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026 yang digelar di sebuah hotel Jalan Basuki Rahmat Palu, Jumat (12/6/2026).
Malam puncak tersebut berlangsung meriah dengan menampilkan 10 besar finalis putra dan putri terbaik yang telah melalui serangkaian tahapan seleksi dan pembinaan.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah, Syarifuddin, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Syam Zaini, para finalis, serta sejumlah undangan lainnya.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah, Syarifuddin dalam sambutannya mengatakan, Duta Bahasa merupakan mitra strategis Balai Bahasa dalam mengampanyekan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sekaligus mendukung berbagai program kebahasaan dan kesastraan di daerah.
Menurutnya, para Duta Bahasa memiliki tanggung jawab untuk menjadi teladan di tengah masyarakat dalam menjaga martabat bahasa Indonesia, sekaligus mengembangkan budaya literasi di kalangan generasi muda.
“Duta Bahasa memiliki peran penting dalam mendampingi kami menjalankan berbagai program kebahasaan dan kesastraan di Provinsi Sulawesi Tengah. Mereka menjadi representasi resmi dalam mengampanyekan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di tengah masyarakat,” ujar Syarifuddin.
Pada kesempatan tersebut, Syarifuddin juga menyampaikan apresiasi kepada Bunda Literasi Kota Palu yang telah berkenan hadir dan mengambil bagian sebagai dewan juri.
“Terima kasih kepada Bunda Literasi Kota Palu yang berkenan hadir pada kegiatan kami hari ini. Literasi juga menjadi salah satu program yang didampingi oleh para Duta Bahasa,” tambahnya.
Syarifuddin menjelaskan, proses Pemilihan Duta Bahasa Sulawesi Tengah Tahun 2026 diawali dengan seleksi yang diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.
Dari jumlah tersebut, terpilih 20 finalis terbaik yang terdiri dari 10 putra dan 10 putri untuk mengikuti tahapan pembinaan hingga malam grand final.
Sementara itu, Bunda Diah Puspita menyampaikan rasa bangga atas semangat dan kualitas para finalis yang dinilainya memiliki potensi besar untuk menjadi pelopor literasi dan penggerak penggunaan bahasa Indonesia yang baik di tengah masyarakat.
Bunda menegaskan, bahasa merupakan bagian penting dari identitas bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan oleh seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda.
“Kegiatan ini sangat luar biasa karena bahasa bukan hanya alat komunikasi. Bahasa merupakan identitas, jati diri, sekaligus cerminan peradaban bangsa,” ungkap bunda.
Diah juga mengajak generasi muda untuk terus menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa Indonesia serta menjadikan literasi sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.
“Untuk itu, kita semua dituntut untuk tetap bangga menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Kita harus bangga dengan bahasa kita sendiri,” tegasnya.
Sebagai Bunda Literasi Kota Palu, Diah menilai keberadaan Duta Bahasa sangat relevan dengan upaya peningkatan budaya baca dan literasi masyarakat.
Para Duta Bahasa diharapkan mampu menjadi inspirasi dan agen perubahan yang mendorong lahirnya generasi muda literat, kreatif, serta memiliki kepedulian terhadap pelestarian bahasa dan sastra Indonesia.
Melalui ajang ini, diharapkan lahir Duta Bahasa Sulawesi Tengah Tahun 2026 yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu mengemban amanah sebagai duta literasi dan kebahasaan yang aktif mengedukasi masyarakat serta memperkuat kecintaan terhadap bahasa Indonesia di Bumi Tadulako. HAL








