Senin, 20 Juli 2026
BREAKING

Wagub Sulteng Tantang Kabupaten/Kota Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

WAKIL Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Reny A Lamadjido membuka Pertemuan Evaluasi Penurunan Kematian Ibu serta Kematian Bayi melalui Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respons Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026 di sebuah hotel Jalan Wolter Monginsidi, Kota Palu, Selasa (30/6). FOTO: BIRO ADPIM

PALU– Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tengah (Sulteng), Reny A Lamadjido membuka Pertemuan Evaluasi Penurunan Kematian Ibu (Perdarahan Postpartum dan Penanganan Eklampsia) serta Kematian Bayi (Prematuritas dan Asfiksia) melalui Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respons (AMPSR) Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026 di sebuah hotel Jalan Wolter Monginsidi, Kota Palu, Selasa (30/6).

Dalam sambutannya, wagub mengatakan, sebagian besar kematian ibu dan bayi sebenarnya dapat dicegah apabila proses deteksi dini, rujukan, dan pengambilan keputusan berjalan cepat.

Dia menyoroti masih adanya keterlambatan di tingkat keluarga dalam memutuskan membawa ibu hamil ke fasilitas kesehatan, sehingga kondisi pasien kerap memburuk saat tiba di rumah sakit.

Wagub menegaskan, keberhasilan ketika angka kematian bayi mencapai nol, menurutnya, bukan semata karena fasilitas kesehatan, tetapi karena terbangunnya koordinasi yang kuat antara bidan koordinator, puskesmas, rumah sakit, serta komunikasi intensif dengan keluarga ibu hamil sejak masa kehamilan.

“Kuncinya adalah pengawalan sejak awal kehamilan. Jika ditemukan kehamilan berisiko, keluarga harus segera diberikan pemahaman bahwa persalinan harus dilakukan di rumah sakit. Kolaborasi yang kuat antara puskesmas, bidan, dan rumah sakit menjadi penentu keselamatan ibu dan bayi,” ujarnya.

Reny juga mendorong setiap kabupaten dan kota membangun sistem pengawalan ibu hamil berisiko tinggi serta memberikan penghargaan bagi daerah yang berhasil menekan angka kematian ibu dan bayi.

Menurutnya, langkah tersebut akan menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Selain itu, wagub meminta seluruh rumah sakit memastikan kesiapan tenaga medis, khususnya dokter spesialis kebidanan dan kandungan (Obgyn), agar penanganan kasus kegawatdaruratan dapat dilakukan secara cepat tanpa menunggu proses yang berlarut-larut.

“Kita harus terus memperkuat sinergi antara Dinas Kesehatan, puskesmas, rumah sakit, tenaga kesehatan, dan pemerintah daerah. Dengan kerja sama yang solid, saya yakin angka kematian ibu dan bayi dapat terus ditekan, sehingga masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan semakin berkualitas,” tuturnya.

Kegiatan juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Syahriar, Direktur UPT RSUD Undata Palu, Jumriani, serta jajaran Dinas Kesehatan dari 13 kabupaten/kota. CAL

SultengTerkini

Wagub Sulteng Tantang Kabupaten/Kota Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi