PALU – Presiden Jokowi bakal meresmikan Smelter Tembaga dan Besi milik PT Wan Hang di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu. Peresmiannya direncanakan pada Bulan Maret 2023 mendatang.
Presiden Jokowi memenuhi permintaan Gubernur Rusdy Mastura yang memintanya secara langsung untuk menghadiri dan meresmikan smelter tersebut.
“Saya sudah menyampaikan secara lisan langsung kepada Presiden Joko Widodo untuk meresmikan smelter ini,” tutur Rusdy Mastura saat meninjau smelter tembaga dan besi di KEK Palu, Kamis (26/1/2023).
Karena telah disampaikan secara langsung dan presiden mengiyakan untuk menghadiri dan meresmikan smelter itu, Rusdy Mastura bersama Wakil Walikota Palu, Reny Lamadjido melihat perkembangan progress pembangunan smelter.
Tak hanya Wakil Walikota Palu, kunjungan itu juga turut dihadiri Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan dan Kesra, Rohani Mastura; Kadis Bina Marga dan Tata Ruang, Basir Tanase; Karo Adpim, Edy Lesnusa, serta Tim Ahli Gubernur Bidang Peningkatan Fiskal Daerah dan Investasi, Rony Tanusaputra.
“Saya harus memastikan progressnya sudah sampai dimana. Saya mengundang presiden untuk meresmikan smelter ini Bulan Maret 2023,” jelas Rusdy Mastura.
Rusdy Mastura yang juga mantan Walikota Palu dua periode cukup puas melihat perkembangan smelter itu.
Dia memerintahkan Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang untuk memperbaiki akses jalan masuk smelter dan kawasannya.
Gubernur Rusdy Mastura juga meminta Pengelola KEK Palu untuk senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada insvestor yang akan membangun pabrik di KEK Palu.
Pelayanan terbaik harus diberikan baik dari sisi perizinan maupun pemanfaatan lahan.
Dia meminta agar ada patokan tertinggi untuk harga tanah di Lokasi KEK, sehingga insvestor bisa lebih serius untuk berinvestasi.
Menurut Rusdy Mastura, keberadaan KEK di Palu Utara memberikan dampak ekonomi yang sangat signifikan.
PT Wan Han sebagai pemilik smelter bakal merekrut tenaga kerja hingga 20 ribu orang.
“Tenaga kerja yang dibutuhkan nanti sebanyak 20 ribu. Ini luar biasa!. Betapa banyaknya anak-anak kita akan terbantu ke depan. Kita siapkan skill-nya sesuai kebutuhan industri melalui BLK,” jelasnya.
Olehnya, Gubernur meminta dukungan dan doa semua pihak agar seluruh upaya pembangunan yang dilakukan pemerintah di Sulawesi Tengah berjalan lancar.
“Kita sudah banyak menghasilkan prestasi, seperti peningkatan fiskal daerah. Saat ini sudah mencapai Rp1,71 triliun, dulu hanya Rp900 miliar. Angka kemiskinan kita turun 1 persen dan IPM kita sangat baik 70,28,” jelasnya.
Dari segi pertumbuhan ekonomi, Sulteng masuk pada kategori tertinggi kedua secara nasional dengan angka 13,70 persen.
Nilai investasi yang masuk ke Bumi Tadulako juga tertinggi kedua secara nasional dengan angka sebanyak Rp76 triliun di Triwulan III 2022.
Angka ini bisa mencapai Rp100 triliun di triwulan IV tahun 2022.
“Ini tentu kebanggaan kita semua, masyarakat Sulawesi Tengah. Mari kita terus berjuang untuk terus membangun daerah ini lebih cepat lagi,” singkatnya. HAL/*










Komentar