Senin, 27 Juli 2026
BREAKING

Ditreskrimum Polda Sulteng Asah Kemampuan Penyidik Lewat Lomba Olah TKP

DIREKTUR Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tengah, Kombes Polisi Hendri Yulianto saat memberikan kata sambutan dalam kegiatan Lomba Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara dan Olah Tempat Kejadian Perkara dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke 80, di klinik mapolda setempat, Jalan Soekarno Hatta, Kota Palu, Senin (22/6/2026). FOTO: HUMAS

PALU– Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar Lomba Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) dan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke 80.

Kegiatan tersebut berlangsung di Klinik Mapolda Sulteng, Jalan Soekarno Hatta, Kota Palu, Senin (22/6/2026).

Lomba dibuka langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Sulteng, Kombes Polisi Hendri Yulianto.

Kegiatan itu digelar sebagai upaya meningkatkan kemampuan teknis dan profesionalisme personel kepolisian dalam menangani perkara pidana di lapangan.

Dalam sambutannya, Hendri Yulianto menjelaskan, TPTKP merupakan serangkaian tindakan awal yang dilakukan petugas pertama saat menerima laporan atau mendatangi lokasi kejadian.

Tindakan tersebut mencakup pemberian pertolongan kepada korban hingga pengamanan area kejadian.

Menurutnya, pengamanan TKP sangat penting untuk menjaga kondisi lokasi tetap utuh sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tim olah TKP.

Langkah tersebut menjadi dasar keberhasilan proses penyelidikan dan penyidikan.

Hendri mengatakan, olah TKP dilakukan oleh penyidik atau penyidik pembantu untuk mencari informasi, mengumpulkan barang bukti, serta mengungkap fakta-fakta yang berkaitan dengan tindak pidana yang terjadi.

Dia menegaskan, TPTKP dan olah TKP merupakan dua tahapan yang saling berkaitan.

Keberhasilan pengungkapan kasus sangat dipengaruhi kemampuan petugas dalam menjaga keaslian lokasi kejadian sejak awal.

Menurutnya, kelalaian dalam mengamankan TKP dapat berdampak pada hilangnya barang bukti maupun jejak pelaku.

Kondisi tersebut berpotensi menghambat proses penyidikan hingga menyulitkan pembuktian perkara. Melalui lomba tersebut, Polda Sulteng berharap kemampuan penyidik dan personel kepolisian semakin terasah.

Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan itu juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Polri dalam memberikan pelayanan serta penegakan hukum yang profesional, presisi, dan berkeadilan. CAL

SultengTerkini

Ditreskrimum Polda Sulteng Asah Kemampuan Penyidik Lewat Lomba Olah TKP