
SultengTerkini.Com, PALU– Warga Minangkabau Sulawesi Tengah (Sulteng) yang menjadi korban bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuefaksi pada 28 September 2018 lalu memperoleh santunan sebesar Rp 1 juta per kepala keluarga dari Ikatan Keluarga Minangkabau Sulawesi Tengah (IKMST).
Santunan yang diberikan berasal dari bantuan pemerintah di Provinsi Sumatera Barat maupun Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) provinsi lain.
Ketua IKMST, Ramadhanil Pitopang mengatakan, pengurus IKMST telah mendata warga Minangkabau yang menjadi korban bencana alam gempa bumi, likuefaksi serta tsunami di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala.
Hasil pendataannya, terdapat sejumlah warga Minangkabau yang meninggal dunia terkena tsunami maupun likuefaksi hingga rumah-rumah warga yang rusak ringan, sedang maupun rusak berat.
“Pada hari ini, ada tiga agenda yang akan kita laksanakan yakni peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, pengumuman pengurus baru IKMST dan penyerahan santunan kepada korban bencana,” kata Ramadhanil Pitopang di Rumah Gadang, Jalan Kelinci Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Ahad (25/11/2018).
Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tadulako Palu itu berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat maupun pemerintah kota dan kabupaten di Sumatera Barat serta IKM-IKM provinsi lain yang telah memberikan bantuan kepada warga Minangkabau di Sulteng.
Bantuan yang diberikan berupa uang tunai maupun bahan pangan.
Di sela peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, IKMST membagikan santunan sebesar Rp 130 juta kepada 130 warga Minangkabau yang terkena bencana.
Ketua Tim Recovery Bencana Alam IKMST, Jasril mengatakan, pemberian santunan kepada 130 warga Minangkabau ini adalah penyerahan bantuan tahap dua.
Sebelumnya, IKMST telah menyerahkan santunan kepada 46 warga yang terdampak bencana pada 2 November 2018 silam.
“Kami masih membuka pintu, mungkin masih ada saudara kita yang belum tercatat. Bagi yang belum dapat bantuan, in shaa Allah bantuannya akan kita berikan menyusul,” kata Jasril.
Pantauan media ini, ratusan warga Minangkabau antusias mengikuti kegiatan itu. Satu per satu warga Minangkabau dipanggil untuk menerima amplop berisi uang tunai. Di sudut ruangan lain, terlihat beberapa warga yang memasukkan nama-nama korban yang akan memperoleh bantuan pada tahap selanjutnya. GUS














Komentar