
PALU– Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Rusdy Mastura meminta semua pihak agar luruskan hati dan niat untuk mempercepat rehab dan rekonstruksi dampak bencana di wilayahnya pada 28 September 2018 lalu. Suara hati Gubernur Sulteng ini disampaikan kembali pada Sabtu (10/7/2021) di ruang kerjanya.
Gubernur meminta semua permasalahan yang menghambat rehab dan rekonstruksi dampak bencana di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala dan Parigi Moutong harus selesai tahun 2021.
Dia berharap semua daya dan upaya kepada semua pihak pemangku kepentingan agar dicurahkan untuk mempercepat realisasinya.
“Saya sangat sedih melihat masyarakat sampai saat ini masih tinggal di huntara. Saya dan kita semua merasakan dampak bercana tersebut dan diperparah kita juga ikut terdampak bencana Covid-19,” kata Gubernur Rusdy Mastura.
Untuk itu dirinya sudah menyetujui anggaran dari APBDP provinsi untuk pembebasan lahan pembangunan kembali Jembatan Palu IV dan pembebasan hunian tetap (huntap) Petobo menjadi Rp 37 miliar.
Dia mengatakan, penambahan alokasi anggaran ini disebabkan tidak diperbolehkannya Kementerian PUPR untuk mengalokasikan anggaran untuk pembebasan lahan.
“Untuk tidak terjadi masalah kita ambil alih permasalahan tersebut agar pembangunan Jembatan IV segera dilakukan,” katanya.
Demikian juga gubernur telah menyetujui proprosal percepatan rehab dan rekonstruksi Kabupaten Donggala sebesar Rp 12,150 miliar.
Dia berharap Bupati Donggala dan jajarannya serta Satgas PUPR dapat mempercepat seluruh pembangunan pemilihan bencana di wilayahnya.
Selanjutnya dia juga sudah menyetujui proposal percepatan pemulihan dan percepatan rehab dan rekonstruksi dampak bencana dari Bupati Sigi sebesar Rp 6 miliar.
“Untuk itu saya meminta kiranya Bupati Sigi meningkatkan sinergi dengan semua pemangku kepentingan dan Satgas PUPR agar pemulihan bencana cepat terwujud,” tuturnya.
Gubernur juga menyampaikan sehubungan dengan adanya permintaan masyarakat Talise terkait pelaksanaan pematangan lahan pada sekitar pembangunan huntap Talise agar tidak terjadi hambatan.
Rusdy meminta Dinas Bina Marga dan Tata Ruang untuk mendukung pelaksanaan pematangan lahan tersebut.
Dia menuturkan, sesuai perencanaan dibutuhkan biaya sebesar Rp 3,5 miliar dan dia sudah menyetujui anggaran tersebut.
“Saya minta supaya Dinas Bina Marga bersinergi dengan Pemerintah Kota Palu dan Satgas PUPR untuk dapat mempercepat prosesnya dan pembangunan huntap Talise agar segera dilaksanakan,” katanya.
Begitupun permintaan Dinas Cikasda Provinsi atas adanya kendala dalam pembangunan SPAM untuk pemenuhan air bersih akibat dampak bencana juga gubernur sudah menyetujui alokasi anggaran terkait pembebasan lahan pembangunan SPAM sebesar Rp 2,6 miliar.
Gubernur juga mengharapkan agar seluruh huntap yang sudah terbangun, baik oleh PUPR dan lembaga donor lainnya segera dapat tetapkan masyarakat terdampak yang berhak untuk menempatinya dan segera dilakukan validasi data kebutuhan perumahan yang dibutuhkan.
“Prioritas ini merupakan bagian dari visi dan misi saya pada waktu kampanye dan itu harus kami wujudkan. Tahun 2021 ini kita selesaikan masalah dampak bencana,” tutur mantan Walikota Palu dua periode itu. CAL










