KM Tiga Putri yang Hilang di Perairan Bangkep Belum Ditemukan

-Utama-
oleh

BANGGAI– Kapal Motor (KM) Tiga Putri 2 GT 67 rute Pelabuhan Bapenu, Pulau Taliabu Maluku Utara tujuan Pelabuhan Luwuk Banggai yang dilaporkan hilang kontak setelah mengalami mati mesin di Perairan Banggai Kepulauan (Bangkep) pada Ahad (5/9/2021) pukul 13.00 Wita, hingga kini belum ditemukan.

Upaya pencarian oleh tim SAR gabungan pada Rabu (8/9/2021) pun sejauh ini belum membuahkan hasil.

Humas Basarnas Palu, Fatmawati, Rabu malam mengatakan, pada Rabu pagi pukul 06.25 Wita Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian menggunakan KN SAR Bhisma dengan metode paralel mode dengan koordinat posisi terakhir KM Tiga Putri 0° 42.340’S 124° 8.590’T, 0° 2.500’U 124° 8.590’T, 0° 2.500’U 124° 48.500’T, dan 0° 42.340’S 124° 48.500’T.

Pada pukul 13.00 Wita tim SAR gabungan tiba entri poin dengan jarak tempuh (89,9 NM) dari Banggai Laut dan langsung melakukan penyisiran di area pencarian pada koordinat (0°31.922’S 124° 25.173’T) sesuai dengan rencana operasi.

“Kemudian pukul 17.00 Wita tim SAR gabungan telah melakukan penyisiran dengan hasil nihil dan KN SAR Bhisma menuju ke Pelabuhan Banggai Laut dan tiba pada 21.00 Wita malam,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, informasi hilangnya kapal tersebut diterima pihak Basarnas pada Selasa (7/9/2021) pukul 12.55 Wita dari Muhaimin, salah satu anggota KPLP Luwuk Banggai.

Adapun kronologis kejadian pada Sabtu (4/9) pukul 11.00 Wita KM Tiga Putri dengan delapan kru berlayar dari Pelabuhan Bapenu Kabupaten Taliabu, Maluku Utara menuju Pelabuhan Luwuk, Kabupaten Banggai.

Pada jarak tempuh 154 NM (nautical mile) kapal mengalami kecelakaan pelayaran dalam hal ini mati mesin.

Peristiwa itu terjadi pada Ahad (5/9/2021) pukul 13.00 Wita.

KM Tiga Putri 2 GT 67 bermuatan 50 ton barang campuran dengan penumpang delapan orang yang terdiri dari La Indra (juragan/nakhoda) dan Ali Saparuddin (KKM). Kemudian enam ABK masing-masing bernama La Tere, Hanudin, La Budi, Erwin, Petrus, dan Dedy. CAL

Komentar