SIGI– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah, melatih sekitar 100 warga di wilayahnya untuk membuat produk kacamata kayu sebagai bentuk upaya pengembangan kapasitas dan usaha dalam rangka percepatan peningkatan ekonomi.
“Pelatihan ini agar masyarakat membuat satu produk baru atau mengembangkan usaha baru,” kata Bupati Sigi, Mohamad Irwan, di Sigi, Rabu (30/11/2022), terkait dengan pelatihan pembuatan produk kacamata kayu.
Pemkab Sigi menyebut bahwa produk kacamata kayu merupakan perpaduan antara kayu dan kaca, yang dalam pembuatannya membutuhkan keterampilan khusus untuk mendesain dengan menggunakan teknologi.
Kayu dengan kualitas tinggi, tidak hanya digunakan untuk membuat berbagai produk seperti meja, kursi, sendok, suvenir, plakat dan sebagainya.
Namun, seiring dengan perkembangan zaman, kayu dapat didesain dan dibuatkan motif tertentu untuk dikombinasikan dengan kaca, yang selanjutnya menjadi produk bernilai ekonomi.
“Oleh karena itu, saat ini kacamata juga menggunakan bahan kayu, yang dijual di pasar-pasar nasional,” ungkapnya.
Sehingga menurut dia, masyarakat atau pelaku usaha penting dilatih untuk membuat kacamata kayu. Pemkab telah memiliki gedung pusat promosi IKM sentra perabot yang terletak di Desa Jono Oge, Kecamatan Sigi Biromaru.
Gedung tersebut, lanjutnya, menjadi tempat pelatihan pengembangan produk, termasuk pelatihan pembuatan kacamata kayu, yang bekerja sama dengan sentra meubelair di desa tersebut.
Di tempat itu sekitar 100 warga dilatih untuk membuat kacamata kayu yang berlangsung sejak periode 28 November-7 Desember 2022.
“Kegiatan-kegiatan seperti ini harus terus dilaksanakan, agar masyarakat memiliki keterampilan khusus dalam membuat dan mengembangkan desain produk,” sebutnya.
Dia mengatakan, Pemkab Sigi telah bekerja sama dengan multi pihak untuk meningkatkan kualitas produk bernilai ekonomi, serta memasarkannya ke tingkat nasional. ARA










Komentar