KPU Sulteng Gandeng Perguruan Tinggi Sosialisasi Pendidikan Pemilih

-Utama-
oleh

PALU– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menggandeng perguruan tinggi untuk menggencarkan sosialisasi pemilihan umum dan pendidikan pemilih kepada masyarakat khususnya komponen pelajar di daerah tersebut.

“Komponen mahasiswa, pelajar dan pemilih pemula menjadi salah satu sasaran pembinaan dan pengenalan pemilu guna membentuk pemilih yang cerdas, sebab dengan kesadaran memilih mereka memiliki sikap kritis dan rasional pada pemilu nanti,” kata anggota KPU Sulteng Bidang Sosialisasi Partisipasi Masyarakat dan SDM, Sahran Raden, di Palu, Kamis (8/12/2022) terkait dengan optimalisasi sosialisasi dan pendidikan pemilih.

Untuk optimalisasi pendidikan pemilih kepada komponen mahasiswa, KPU Sulteng bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Teologi (STT) Bala Keselamatan dan Universitas Muhammadiyah Palu. Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara dua belah pihak.

Nota kesepahaman mengenai peningkatan partisipasi masyarakat dalam pemilu dan pemilihan kepala daerah di Sulteng.

Ruang lingkup nota kesepahaman itu meliputi edukasi dan memperkuat literasi sadar pemilihan umum untuk menyikapi rawan timbulnya hoaks, ujaran kebencian, politisasi SARA pada pemilu.

Selain itu, kerja sama tersebut juga mengenai sosialisasi dan pendidikan pemilih dalam rangka peningkatan partisipasi pemilih serta memfasilitasi pelaksanaan kuliah umum dan kelas pemilu bagi mahasiswa.

Kemudian, KPU Sulteng dan dua perguruan tinggi tersebut juga bekerja sama dalam kegiatan akademik dan pengabdian masyarakat, seperti praktik kerja lapangan, serta melakukan riset dan publikasi informasi kepemiluan.

“Nota kesepahaman ini juga memuat tentang kedua belah pihak sepakat memfasilitasi pelaksanaan seleksi penyelenggara petugas ad hoc, PPK, PPS, dan KPPS, dalam pemilu,” ujarnya.

Sahran menjelaskan, Pemilu adalah nyawa dan ruh bagi masa depan rakyat, sehingga melalui pemimpin terpilih dapat mengalokasikan anggaran di APBN dan APBD sebagai penggerak perekonomian negara yang pro rakyat sesuai janji kampanye dalam pemilu nanti.

“Dalam konteks kedaulatan rakyat di bidang ekonomi, Pemilu menjadi salah satu upaya membangun kesejahteraan sebab rakyat adalah penerima manfaat pemilu,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan, pemilih cerdas yaitu memahami hak konstitusional sebagai warga negara, menggunakan hak pilihnya dengan baik, memahami dan mengkritisi visi, misi dan program kerja para kandidat dan, anti politik uang serta politik identitas.

Oleh karena itu, sebut dia, pemilih cerdas aktif mencari informasi tentang riwayat kandidat seperti latar belakang pendidikan, pekerjaan, aktivitas kemasyarakatan, riwayat perjuangan dan kepribadian dalam kehidupan kemasyarakatan. ARA

Komentar