PUPR: Tahun 2023 akan Dibangun 4.053 Unit Huntap Pascabencana Sulteng

-Utama-
oleh

PALU– Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Rusdy Mastura bersama Direktur Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Iwan Suprijanto, Wali Kota Palu Hadianto Rasyid, Kasatgas Penanggulangan Bencana Sulawesi Tengah Arie Sutiadi Moerwanto, Wakil Ketua DPRD Provinsi Arus Abdul Karim melakukan GroundBreaking Pembangunan Hunian Tetap (Huntap) Tondo II dan Kawasan Pemukiman, Kamis (5/1/2023).

Ketua Satgas Pelaksana Penanggulangan Bencana Pasca Gempa Bumi dan Tsunami Sulteng, Arie Setiadi M dalam sambutannya menyampaikan untuk menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2018 dan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2022 , dimana Inpres tersebut memberikan amanat kepada PUPR untuk membangun kembali infrastruktur dasar, termasuk perumahan dan permukiman.

Upaya tersebut diwujudkan melalui penyediaan infrastruktur permukiman yang handal yang mengedepankan aspek mitigasi bencana, adaptip terhadap perubahan iklim, inklusif serta berkelanjutan.

Arie Sutiadi juga menyampaikan terkait pelaksanaan kegiatan rehabilitasi dan rekontruksi pascabencana Sulteng yang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR sebagai berikut pembangunan huntap sudah dilakukan sebanyak 5.732 unit berada di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala.

“Yang telah selesai dibangun oleh PUPR sebanyak 1.679 unit dan tahun 2023 akan dibangun sebanyak 4.053 unit, di luar pembangunan yang dilakukan langsung lembaga donor seperti Buddha Tzu Chi dan lainnya,” katanya.

Kemudian rehabilitasi dan rekontruksi fasilitas pendidikan dan kesehatan yakni sebanyak 57 sekolah dan untuk tahun 2023 akan dbangun 18 sekolah.

Rehabilitasi dan rekontruksi Universitas Tadulako Palu yang telah selesai dilaksanakan 152 gedung dan dilanjutkan 39 gedung tahun 2023 dan rehabilitasi rumah sakit sebanyak 25 gedung rumah sakit serta pembangunan AMC RS Anutapura dengan struktur tahan gempa.

Arie Sutiadi menyampaikan pembangunan permukiman kawasan Huntap Tondo II didukung dengan pendanaan Bank Dunia melalui Central Sulawesi Rehabilitation and Recontruction Project (CSRRP).

Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat Tondo yang telah bersedia dan dapat menyepakati pembangunan huntap.

“Keterlambatan pembangunan huntap untuk saudara-saudara kita terlambat dilakukan karena ketersediaan lahan yang belum siap,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT bahwa doa dan harapannya saat ini terkabulkan melalui pembangunan huntap Tondo II.

Gubernur menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Tondo, Walikota Palu yang sudah terus berusaha, sehingga pembangunan huntap II dapat dimulai.

Rusdy menyampaikan setelah dilantik menjadi gubernur langsung mengambil kebijakan untuk mempercepat penanganan bencana dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 65 miliar untuk pembebasan tanah untuk pembangunan huntap dan Jembatan 4 Palu, baik di Sigi dan Donggala.

Gubernur juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Presiden RI yang telah bersedia memperpanjang Inpres Nomor 8 Tahun 2022 tentang Penuntasan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Gempa Bumi, Tsunami, dan Likuefaksi di Provinsi Sulawesi Tengah.

“Harapan saya kepada Presiden RI dapat dikabulkan. Hal ini semata-mata untuk kebutuhan masyarakat terdampak bencana baik di Sigi, Donggala dan Kota Palu,” katanya.

Dia menyampaikan motivasinya menjadi gubernur hanya ingin mempercepat pembangunan di Sulteng. CAL

Komentar