PALU – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan ketersediaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM), LPG dan keandalan listrik di Sulawesi Tengah (Sulteng) aman jelang Natal dan Tahun Baru 2026.
BPH Migas bahkan memastikan pasokan energi ini akan mencukupi hingga puasa dan lebaran tahun 2026.
Ketua Komite BPH Migas sekaligus Ketua Posko Nasional sektor ESDM untuk Natal dan Tahun Baru 2025/2026, Erika Retnowati didampingi Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga Pertamina Patra Niaga, Alimuddin Baso mengaku telah mengunjungi beberapa lokasi untuk memastikan ketersediaan BBM, elpiji dan keandalan sistem kelistrikan di Sulteng.
Menurut Erika, berdasarkan hasil kunjungannya ke Depo BBM di Donggala, stok BBM yang tersedia adalah 6,5 hari. Bahkan saat ini tengah dilakukan penambahan suplay sehingga mencukupi untuk kebutuhan 8 hari kedepan.
“Itu sudah sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan natal dan tahun baru,” tegasnya.
Begitu pula dengan ketersediaan elpiji. Menurut Erika, ketersediaan elpiji di Pertamina mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Palu, Donggala dan sekitarnya hingga 8 hari kedepan.
Dari segi kelistrikan, Erika bersama timnya juga sudah berkunjung ke lokasi PLTU 3 di Desa Lero Tatari Pantai Barat Kabupaten Donggala.
Di PLTU 3, BPH Migas menyaksikan keandalan dari sistem kelistrikan di Sulawesi tengah.
“Alhamdulillah pasokannya melebihi dari kebutuhan, sehingga kita masih punya cadangan pasokan. Untuk listrik, Insya Allah aman,” terangnya.
Terkait kunjungan BPH Migas, Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga Pertamina Patra Niaga, Alimuddin Baso mengatakan bahwa Pertamina hadir di masyarakat dengan melayani sepenuh hati.
Hal ini bisa dilihat dari pengujian sampel BBM jenis pertamax dan pertalite yang diuji di SPBU Mohammad Yamin Kota Palu, hasilnya telah sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah, yakni tepat kualitas, tepat volume dan tepat harga.
“Tadi sudah kita saksikan bahwa volume, kualitas serta harga yang didapatkan oleh masyarakat itu affordability, bisa diperoleh dengan harga yang tepat,” tutur Alimuddin.
Dia memastikan bahwa pasokan BBM secara nasional dalam menghadapi momen Natal dan tahun baru mencukupi sebagaimana yang diamanatkan oleh BPH Migas.
ANTISIPASI KENDALA DISTRIBUSI BBM
Selain ketersediaan BBM yang tercukupi, Alimuddin Baso juga mengatakan bahwa Pertamina Patra Niaga menjamin kelancaran distribusi BBM ke seluruh wilayah di Sulawesi Tengah.

Region Manager Retail Sales Sulawesi Pertamina Patra Niaga, Mardian mengatakan, berdasarkan pemetaan, pihaknya menetapkan empat area rawan yakni rawan gelombang tinggi di Kabupaten Banggai Kepulauan, area rawan longsor di Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Poso, area rawan gempa bumi di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala serta area rawan kecelakaan di Kabupaten Parigi Moutong, Poso, Morowali, Morowali Utara, dan Kabupaten Banggai.
Guna mengantisipasi kendala suplai BBM di area rawan ini, sambung Mardian, pihaknya telah mengambil beberapa langkah solutif yakni penambahan stok BBM dan elpiji sejak H-14 Natal, penambahan tangki/modular di SPBU eksisting, komunikasi aktif dengan pemerintah daerah serta kerjasama dengan Kapal Republik Indonesia (KRI).
“Kalau ada gelombang tinggi, kami gunakan KRI untuk mengangkut BBM,” terangnya.
Dari segi keselamatan, Pertamina Patra Niaga juga memperketat Healt, Safety, Security and Environment (HSSE) bagi armada tangki.
“Jam kerja sopir armada kami perketat, supaya tidak kelelahan yang bisa menimbulkan kecelakaan,” ujarnya. GUS











Komentar