Kantor Basarnas Palu Tidak Representatif dan Kekurangan Personel

-Kota Palu, Utama-
oleh

PALU– Pihak Kantor Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Palu, Sulawesi Tengah menyatakan jumlah pegawai saat ini berjumlah 114 orang, termasuk PPPK. Namun jumlah personel itu belum ideal untuk Kantor SAR kelas B.

“Kantor Basarnas Palu yang merupakan tipe kelas B ini idealnya memiliki personel 145 hingga 150 orang,” kata Kepala Basarnas Palu, Muhammad Rizal saat kegiatan Coffee Morning bersama sejumlah jurnalis di sebuah kafe, Jalan Balaikota, Rabu (24/12/2025).

Rizal mengatakan, ada wacana tahun 2026, kantor SAR Palu diusulkan ke Pemerintah Pusat untuk naik ke kelas A, sehingga jumlah personelnya harusnya lebih dari 200 orang.

“Kalau ditanya apakah Kantor SAR Palu representatif? jawabannya tidak, karena banyak anggota kami tidak mendapatkan ruangan,” katanya.

Dia menjelaskan, kantor SAR Palu yang berlokasi di Jalan Elang ini awalnya dari Pos SAR, sehingga bangunannya sangat kecil, hanya 5.000 m2 dan saat ini statusnya sudah menjadi kantor SAR.

Menurutnya, jumlah pegawai yang tadinya enam orang, sekarang menjadi 114 orang dan kantornya sangat tidak cukup.

Rizal menuturkan, saat ini pihaknya sedang berupaya dengan masa efisiensi mencari tempat untuk pembangunan kantor Basarnas Palu.

Bahkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid untuk mencarikan tempat kantor SAR Palu yang lebih besar.

“Namun mungkin kita akan terkendala pada belanja modal, karena di tahun 2026 sesuai dengan program Bapak Presiden Prabowo, bahwa belanja modal untuk sementara ditiadakan,” tuturnya.

Sehingga kata dia, kalaupun ada tanah yang diberikan oleh gubernur, maka akan terkendala pada proses pembangunannya.

“Saya pikir bukan hanya di Basarnas, hampir semua lembaga merasakan dampak itu,” katanya.

Sementara itu, untuk peralatan yang dimiliki kantor SAR Palu diakui Rizal sudah cukup memadai.

“Kita kantor SAR Palu kelas B namun punya dua kapal 40 meter. Kantor SAR kelas A hanya punya satu kapal 40 meter, tapi Palu kita punya kapal 40 meter ada dua, makanya saya tempatkan satu di Selat Makassar untuk Palu KN SAR Baladewa dan satunya lagi KN SAR Bisma di Pelabuhan Luwuk,” katanya.

“Jadi Alhamdulillah untuk peralatan kita sudah cukup, mungkin hanya perlu penambahan peralatan kecil untuk antisipasi kemungkinan bencana yang bisa terjadi. Harapan kita semoga (bencana) tidak terjadi,” pungkas orang pertama di kantor SAR Palu itu.

Dalam kegiatan Coffee Morning itu, pihak Basarnas Palu juga merilis jumlah operasi SAR yang ditangani sepanjang tahun 2025 yakni sebanyak 87 kejadian, dengan korban selamat 274 orang, meninggal dunia 33 orang, dan Hilang 11 orang.

Sementara jumlah operasi SAR yang ditangani Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu sepanjang tahun 2024 sebanyak 79 kejadian, dengan korban selamat 395 orang, meninggal dunia 28 orang, dan hilang 14 orang.

Dalam kegiatan Coffee Morning itu hadir pula sejumlah pejabat Basarnas Palu lainnya seperti Kepala Subseksi Operasi Rusmadi, Kepala Subseksi Sumberdaya Afrizal Soelaiman, dan Kepala Urusan Umum Ruslan. CAL

Komentar