WASHINGTON– Administrasi Penerbangan Federal (FAA) Amerika Serikat (AS) pada hari Senin mengatakan tujuh orang tewas dan seorang awak pesawat selamat dengan luka serius setelah sebuah jet bisnis pribadi jatuh di tengah badai salju di Bandara Internasional Bangor, Maine.
Pesawat Bombardier Challenger 600 yang membawa delapan orang itu jatuh saat lepas landas Minggu malam ketika New England dan sebagian besar wilayah AS bergulat dengan badai musim dingin yang dahsyat.
Bandara Internasional Bangor, sekitar 200 mil di utara Boston, ditutup setelah kecelakaan itu. Salju turun lebat saat itu, seperti di banyak bagian negara lainnya.
Jet bisnis pribadi itu jatuh terbalik dan terbakar saat mencoba lepas landas, menurut otoritas federal dan rekaman pengontrol lalu lintas udara. Pesawat itu jatuh di lapangan terbang sekitar pukul 19.45 pada hari Ahad waktu setempat.
FAA dan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) sedang melakukan penyelidikan. NTSB menyatakan bahwa informasi awal menunjukkan pesawat jatuh saat lepas landas dan mengalami kebakaran setelah jatuh.
Namun, NTSB menolak memberikan pernyataan lebih lanjut sampai para penyelidik tiba dalam satu atau dua hari.
NTSB mengatakan bahwa mereka tidak memiliki peran dalam penyebaran informasi tentang korban dan bahwa informasi tersebut ditangani oleh otoritas setempat. Namun, direktur bandara Jose Saavedra menolak berkomentar.
“Kami menunggu arahan dan dukungan dari mitra federal,” katanya dalam konferensi pers, yang dilansir AP, Selasa (27/1/2026).
Rekaman audio pengontrol lalu lintas udara mencakup seseorang yang mengatakan “Pesawat terbalik. Kita memiliki pesawat penumpang yang terbalik”, sekitar 45 detik setelah pesawat diizinkan lepas landas. Petugas tanggap darurat tiba kurang dari satu menit kemudian, kata Saavedra.
Bandara Internasional Bangor menawarkan penerbangan langsung ke kota-kota seperti Orlando, Florida, Washington, D.C., dan Charlotte, North Carolina, dan terletak sekitar 200 mil (320 kilometer) di utara Boston.
Bandara ini ditutup tak lama setelah kecelakaan dan akan tetap ditutup hingga setidaknya siang hari Rabu. Kecelakaan itu terjadi saat New England dan sebagian besar negara bagian lainnya dilanda badai musim dingin yang dahsyat.
Bangor mengalami hujan salju terus-menerus pada hari Ahad, meskipun pesawat masih mendarat dan lepas landas sekitar waktu kecelakaan, kata Saavedra. “Kami memiliki kru di lokasi yang secara rutin merespons badai,” katanya. “Ini normal bagi kami untuk merespons peristiwa cuaca,” imbuh dia.
Sepanjang akhir pekan, badai besar itu mencakup hujan es, hujan beku, dan salju di sebagian besar wilayah timur AS, menghentikan sebagian besar lalu lintas udara dan darat serta memutus aliran listrik ke ratusan ribu rumah dan bisnis di wilayah tenggara.
Lalu lintas udara komersial juga sangat terganggu di sebagian besar wilayah AS. Sekitar 12.000 penerbangan dibatalkan pada hari Minggu dan hampir 20.000 penerbangan tertunda, menurut pelacak penerbangan flightaware.com.
Bandara di Philadelphia, Washington, Baltimore, North Carolina, New York, dan New Jersey termasuk di antara yang terdampak. Bombardier Challenger 600 adalah jet bisnis berbadan lebar yang dikonfigurasi untuk sembilan hingga 11 penumpang.
Pesawat ini diluncurkan pada tahun 1980 sebagai jet pribadi pertama dengan “kabin yang luas” dan tetap menjadi pilihan sewa yang populer, menurut aircharterservice.com.
(sumber: sindonews.com)














Komentar