MEKSIKO– Setidaknya 73 orang tewas dalam kerusuhan di Meksiko pasca tewasnya gembong narkoba Nemesio Rubén Oseguera Cervantes atau “El Mencho”.
Menteri Keamanan Meksiko Omar Garcia Harfuch mengatakan dari jumlah korban tewas, sebanyak 25 di antaranya merupakan personel Garda Nasional. Para prajurit meninggal dunia dalam enam serangan berbeda di negara bagian Jalisco.
Harfuch menambahkan 30 orang terduga anggota organisasi kriminal juga tewas di Jalisco. Empat orang lainnya tewas di negara bagian Michoacan.
Meksiko rusuh setelah El Mencho tewas dalam operasi militer di Kota Tapalpa, Jalisco, pada Ahad (22/2/2026). El Mencho merupakan pemimpin Cartel de Jalisco Nueva Generación (CJNG).
CJNG memiliki 5.000 anggota yang tersebar di setiap benua kecuali Antartika. Kartel ini dituduh bertanggung jawab atas penculikan, penyiksaan, pembunuhan, kanibalisme, dan distribusi fentanil, narkoba terlarang paling mematikan di Amerika.
Dikutip CBS News, jalanan, bus, pertokoan, dan pom bensin di berbagai wilayah Meksiko menjadi target serangan massa pasca El Mencho tewas.
Sekolah hingga tempat-tempat wisata pun ditutup menyusul kerusuhan ini. Kepanikan bahkan terjadi di beberapa bandar udara, di mana pelancong berlarian panik mencari tempat berlindung hingga menjatuhkan barang bawaan mereka.
Ratusan hingga ribuan pengunjung kebun binatang juga dilaporkan terjebak di dalam sampai terpaksa tidur di kendaraan masing-masing. Otoritas Meksiko telah mengerahkan ribuan prajurit ke Jalisco untuk meredakan situasi.
45 WNI TERJEBAK
Kementerian Luar Negeri RI menyatakan ada sekitar 45 warga negara Indonesia (WNI) tinggal di Jalisco, Meksiko, yang saat ini mencekam imbas bos kartel narkoba tewas.
Bos gangster Cartel de Jalisco Nueva Generation (CJNG), Nemesio Rubén Oseguera Cervantes atau “El Mencho” tewas dalam baku tembak dengan militer di Jalisco pada Ahad (22/2) hingga memicu amarah anggota kelompok itu hingga memporak-porandakan kota-kota.
Juru bicara Kemlu RI Vahd Nabyl Achmad Mulachela memastikan puluhan WNI tersebut dalam kondisi selama kerusuhan berlangsung. Ia meminta WNI di Meksiko untuk tetap waspada.
“Berdasarkan catatan KBRI Mexico City, WNI di wilayah Jalisco berjumlah 45 orang yang didominasi oleh rohaniawan, terapis pijat profesional, serta pengusaha dan pegawai perusahaan,” kata Nabyl kepada wartawan, Selasa (24/2).
Vahd mengimbau WNI di sana tak melakukan aktivitas di luar rumah.
“Saat ini seluruh WNI dalam keadaan aman dan mengikuti arahan pemerintah setempat untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah,” ujar Vahd.
Kemlu RI lebih lanjut meminta WNI yang berada di Jalisco untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia berharap para WNI terus menjalin komunikasi dengan KBRI setempat.
“KBRI Mexico City mengimbau kepada seluruh WNI di wilayah terdampak untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan aktivitas di luar rumah hingga situasi kondusif, mengikuti arahan resmi dari otoritas setempat, serta menjaga komunikasi dengan KBRI Mexico City,” katanya.
Vahd menyarankan bagi masyarakat untuk menunda perjalanan ke Meksiko dalam waktu dekat. “Bagi WNI yang memiliki rencana perjalanan ke Meksiko dalam waktu dekat, diimbau agar menunda perjalanan hingga situasi keamanan dinyatakan kondusif,” kata Vahd.
(sumber: cnnindonesia.com)












Komentar