SIGI– Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid memuji langkah cepat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi dalam menekan angka kemiskinan ekstrem.
Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng yang dirangkaikan dengan penyerahan paket sembako program Berani Berkah Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Kegiatan itu berlangsung di kediaman Bupati Sigi, Desa Kota Pulu, Kecamatan Dolo, Selasa (3/3/2026), dan dihadiri jajaran Pemprov serta Pemkab Sigi.
Dalam sambutannya, Anwar menyebut Kabupaten Sigi memiliki perhatian khusus dalam agenda pembangunan provinsi.
“Kalau ada lagu bilang Jogja istimewa, maka bagi saya Sulawesi Tengah itu Sigi istimewa,” ujar Anwar, disambut tepuk tangan warga yang hadir.
Menurutnya, kepemimpinan Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae bersama Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi menunjukkan komitmen nyata dalam memperjuangkan kepentingan daerah, terutama dalam upaya pengentasan kemiskinan.
Bupati Rizal dalam laporannya menyampaikan, angka kemiskinan di Sigi mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
“Buka puasa bersama pak gubernur hari ini saya berterima kasih sekali sekaligus beliau membantu sembako kepada masyarakat Sigi kurang lebih 1.000 KK. Dengan begitu dengan adanya sembako ini akan menurunkan lagi angka kemisikian kami,” harap Rizal.
“Kami melihat dari 2021 hingga 2024, nanti 2025 angka kemiskinan turun dari 12 sekian persen menjadi 10 sekian persen. Upaya ini kami lakukan secara langsung, termasuk turun door to door memastikan kondisi masyarakat,” jelas Rizal.
Pendekatan berbasis data dan kunjungan langsung ke rumah warga menjadi strategi Pemkab Sigi dalam memetakan dan menangani persoalan kemiskinan secara lebih terukur.
Gubernur Anwar Hafid menegaskan, dukungan anggaran provinsi dan pusat untuk Kabupaten Sigi pada 2026 cukup signifikan.
Dia menyebut total alokasi dana dari pemerintah pusat dan provinsi yang masuk ke Sigi tahun ini mencapai sekitar Rp268 miliar, di luar APBD Kabupaten Sigi.
Beberapa program strategis yang disoroti antara lain pembukaan akses jalan Lembantongoa-Sausu yang diharapkan memperlancar konektivitas wilayah timur menuju Palu melalui Palolo.
Selain itu, peningkatan ruas Kalukubula-Gimpu juga menjadi perhatian. Tak hanya infrastruktur jalan, Sigi juga mendapatkan program penanganan kawasan kumuh dari pemerintah pusat. CAL














Komentar