Berikut Lima Tanda Tersembunyi Organ Liver Anda Bermasalah

-Kesehatan, Utama-
oleh

JAKARTA– Hati atau liver adalah salah satu organ penting yang dibutuhkan tubuh. Terletak di bawah tulang rusuk sisi kanan perut, liver dibutuhkan untuk membantu mencerna makanan, membuang produk limbah dari tubuh, hingga menjaga aliran darah tetap lancar.

Saat liver gagal menjalankan tugasnya, kesehatan tubuh secara keseluruhan juga bisa terganggu. Jadi, penting untuk menjaga kesehatan liver dan mengetahui gejala yang menandakan adanya masalah pada organ tersebut.
Gejala Liver Bermasalah

Penyakit liver tak selalu menimbulkan gejala yang bisa dilihat atau dirasakan. Namun, gejala yang bisa terjadi di antaranya:

1. Kulit Gatal

Rasa gatal bisa dirasakan di bagian tubuh manapun, tapi lebih sering terjadi di lengan dan kaki, telapak tangan atau telapak kaki. Jika gatal disebabkan oleh masalah hati, maka tidak ada ruam di kulit.

Penyebab pasti rasa gatal belum sepenuhnya diketahui. Namun, hal ini kemungkinan terjadi karena kadar garam empedu yang menumpuk di bawah kulit pada pengidap penyakit liver. Selain itu, zat kimia dalam darah, seperti histamin dan serotonin bisa berubah jika liver tidak berfungsi dengan baik. Hal ini bisa berkontribusi pada rasa gatal.

2. Kulit dan Bagian Putih Mata Menguning

Kondisi kulit dan bagian putih yang menguning atau jaundice (penyakit kuning) merupakan indikasi penumpukan bilirubin, yakni pigmen kekuningan pada darah yang dihasilkan saat sel darah merah pecah.

Dikutip dari laman Liver Foundation, bilirubin biasanya diproses liver dan dikeluarkan sebagai empedu. Empedu kemudian melewati sistem pencernaan dan keluar dari tubuh melalui tinja atau urine.

Tapi saat ada masalah dengan liver, proses ini tidak berjalan dengan baik. Bilirubin menumpuk dalam darah dan membuat seseorang tampak kuning.

“Infeksi pun bisa menyebabkan kuning akibat kerusakan sel-sel hati akibat infeksi,” kata spesialis penyakit dalam dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH.

3. Perubahan Warna Feses dan Urine

Selain membuat mata dan kulit menguning, kadar bilirubin yang tinggi bisa berdampak pada warna feses. Dikutip dari laman Mayo Clinic, tingginya bilirubin membuat feses tampak berwarna terang atau seperti tanah liat dan urine tampak berwarna coklat atau oranye.

4. Perut Begah dan Mual

Gejala begah atau mual karena liver bermasalah dapat dirasakan karena infeksi virus hepatitis C. Tanda-tandanya sering disalahartikan sebagai masuk angin.

“Kebanyakan penderita tidak menyadari jika dirinya sedang terinfeksi virus hepatitis C akut. Gejala seperti mual, lelah, dan perut begah sering dianggap gejala masuk angin, maag, atau kelelahan,” kata spesialis penyakit dalam dr Femmy Nurul Akbar SpPD KGEH dalam sebuah wawancara dengan detikcom beberapa waktu lalu.

Pengidap penyakit liver, terutama karena sirosis juga bisa mengalami asites, yaitu penumpukan cairan perut yang menyebabkan perut bengkak. Salah satu gejalanya adalah rasa begah.

5. Kelelahan

Kelelahan bisa terjadi jika liver tidak berfungsi dengan baik. Beberapa zat kimia bisa menumpuk dalam tubuh yang menimbulkan rasa lelah. Liver tidak memproduksi zat kimia yang dibutuhkan tubuh agar metabolisme berfungsi dengan baik.

Kurang tidur akibat gatal, nyeri, atau ketidaknyamanan juga bisa menyebabkan kelelahan.
Tahapan Penyakit Liver

Dikutip dari laman Cleveland Clinic, penyakit liver bisa berkembang melalui beberapa tahapan.

1. Hepatitis

Hepatitis merupakan peradangan pada hati. Peradangan bisa terjadi untuk memulai proses penyembuhan pada jaringan hati, tapi jika terjadi terus-menerus, hal ini menyebabkan pembentukan jaringan parut (fibrosis).

2. Fibrosis

Fibrosis adalah jaringan parut pada jaringan tubuh akibat peradangan kronis. Pita tipis jaringan fibrosa secara bertahap mengeraskan hati seiring bertambah jumlahnya.

3. Sirosis

Sirosis terjadi saat begitu banyak jaringan parut di hati, sehingga tidak bisa dipulihkan lagi. Meski bersifat permanen, pengidapnya bisa memperlambat atau menghentikan prosesnya di tahap ini.

4. Gagal Hati

Gagal hati kronis dimulai saat sirosis telah mengganggu kemampuan hati untuk menjalankan fungsi-fungsi pentingnya. Saat fungsinya mulai menurun, komplikasi berkembang di seluruh tubuh.
Pemeriksaan untuk Mengetahui Kondisi Liver

Beberapa tes yang dapat dilakukan untuk mengetahui kondisi liver di antaranya:

1. Tes Darah: Serangkaian tes fungsi hati bisa menunjukkan tanda-tanda penyakit hati, tingkat keparahan penyakit hati, hingga gagal hati. Tes ini mengukur enzim hati, protein, hingga kadar bilirubin dalam darah serta bisa menunjukkan peradangan atau penyakit tertentu.

2. Pemindaian: USG (ultrasonografi), CT-Scan (computerized tomography) atau MRI (Magnetic Resonance Imaging) bisa menunjukkan ukuran, bentuk, dan tekstur hati. Hal ini bisa mengungkap adanya peradangan hingga pembengkakan.

3. Elastografi: Pemindaian dengan teknologi ultrasound atau MRI untuk mengukur tingkat kekakuan atau fibrosis di hati.

4. Endoskopi: Metode ini dilakukan dengan memasukkan kamera kecil (endoskop) melalui saluran pencernaan bagian atas untuk melihat saluran empedu.

(sumber: detik.com)

Komentar