Jumat, 17 Juli 2026
BREAKING

Gubernur Sulteng Harap Euforia Piala Dunia Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat

GUBERNUR Sulawesi Tengah, Anwar Hafid bersama pejabat unsur forum koordinasi pimpinan daerah membuka secara resmi Festival Rakyat Nusantara 2026 di Lapangan Immanuel, Jalan Muhammad Yamin, Kota Palu, Selasa (14/7). FOTO: BIRO ADPIM

PALU– Euforia Piala Dunia 2026 dimanfaatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat melalui Festival Rakyat Nusantara 2026, sebuah ajang yang memadukan nonton bareng pertandingan Piala Dunia, Expo UMKM, hiburan rakyat, perlombaan, dan berbagai kegiatan ekonomi kreatif.

Festival hasil kolaborasi Pemprov Sulteng, Kodam XIII/Palaka Wira, dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tengah itu resmi dibuka Gubernur Anwar Hafid di Lapangan Immanuel, Jalan Muhammad Yamin, Kota Palu, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan akan berlangsung selama tujuh hari hingga 20 Juli 2026.

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan, momentum pesta sepak bola terbesar di dunia tidak boleh berhenti sebagai tontonan semata, tetapi harus mampu menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Apa yang digagas Kadin ini sangat penting. Harapan bapak presiden, momentum piala dunia jangan kita lewatkan begitu saja, tetapi mari kita isi dengan kegiatan-kegiatan yang produktif. Sambil menunggu waktu nonton bareng, UMKM kita harus hidup sehingga masyarakat mendapatkan manfaat ekonominya,” ujarnya.

Dia berharap Festival Rakyat Nusantara menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pada malam hari ketika ribuan warga berkumpul menyaksikan pertandingan Piala Dunia melalui kegiatan nonton bareng.

Gubernur bahkan meminta panitia memastikan seluruh stan UMKM tetap beroperasi hingga pertandingan berakhir agar peluang transaksi semakin besar.

“Semoga semakin mendekati final nanti semakin ramai pengunjungnya. UMKM kita semakin hidup, pendapatan masyarakat meningkat, dan ekonomi rakyat benar-benar bergerak,” katanya.

Menurutnya, sepak bola bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mengajarkan nilai sportivitas, kerja sama, disiplin, strategi, dan kemampuan membaca situasi.

Nilai-nilai tersebut kata dia, juga menjadi modal penting dalam membangun Sulteng yang semakin maju dan berdaya saing.

Dia menambahkan, Festival Rakyat Nusantara merupakan bagian dari komitmen pemprov dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM yang sejalan dengan visi Sulteng Nambaso.

Karena itu, festival ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang mampu memperluas pasar produk lokal sekaligus meningkatkan pendapatan pelaku usaha.

Sementara itu, Pangdam XIII/Palaka Wira, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar mengatakan, Festival Rakyat Nusantara lahir dari semangat kolaborasi lintas sektor dalam memanfaatkan euforia Piala Dunia sebagai momentum pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut membuktikan bahwa hiburan dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi melalui keterlibatan pelaku UMKM lokal.

“Momentum piala dunia ini dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Kami berharap selama tujuh hari pelaksanaan festival ini, UMKM memperoleh manfaat yang nyata dan masyarakat dapat menikmati suasana kebersamaan yang positif,” ujarnya.

Usai membuka festival, gubernur bersama Pangdam XIII/Palaka Wira, Kapolda Sulteng, dan jajaran forkopimda meninjau stan-stan Expo UMKM yang menampilkan beragam produk unggulan dan kuliner khas Sulawesi Tengah. CAL

SultengTerkini

Gubernur Sulteng Harap Euforia Piala Dunia Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat